PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Tengah secara resmi menyerahkan 50 tenaga fasilitator Program Inovasi Berani Mombangu kepada Pemerintah Kabupaten Donggala.
Program inovasi yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penanggulangan kemiskinan dan penguatan pembangunan desa di Kabupaten Donggala.
Penyerahan fasilitator dilakukan di Aula Kasiromu Kantor Bupati Donggala, Kamis (4/6/2026), dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Donggala, Taufik M. Burhan.
Dalam sambutannya, Taufik menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas dukungan yang diberikan melalui Program Berani Mombangu. Menurutnya, kehadiran para fasilitator akan menjadi energi baru dalam mendukung pembangunan desa dan upaya pengentasan kemiskinan.
“Kami berharap para camat, kepala desa, dan seluruh perangkat desa dapat memberikan dukungan penuh kepada adik-adik fasilitator yang akan bertugas di lapangan. Mereka hadir untuk membantu mewujudkan cita-cita bersama dalam mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Donggala,” ujarnya.
Ia menambahkan, para fasilitator akan berperan penting dalam mendukung pendataan masyarakat, digitalisasi pelayanan sosial, serta berbagai program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Kami menyambut baik dan menerima seluruh fasilitator yang akan bertugas di Kabupaten Donggala. Semoga program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Bappeda Sulawesi Tengah, Dony Kurnia Budjang, menjelaskan bahwa Program Inovasi Berani Mombangu lahir sebagai respons terhadap masih tingginya angka kemiskinan di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, tingkat kemiskinan di Kabupaten Donggala mencapai 14,66 persen atau sekitar 45,92 ribu jiwa, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Sulawesi Tengah yang berada pada angka 10,52 persen.
“Pengentasan kemiskinan membutuhkan kerja kolaboratif dan berbasis data yang akurat. Karena itu, Pemerintah Provinsi menghadirkan Program Berani Mombangu sebagai instrumen penguatan pendampingan di tingkat desa,” jelasnya.
Menurut Dony, program tersebut juga merupakan implementasi berbagai kebijakan nasional terkait percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem serta optimalisasi pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sebanyak 50 fasilitator ditempatkan di 50 desa yang tersebar pada lima kecamatan, yakni Banawa, Banawa Tengah, Sindue, Tanantove, dan Labuan.
Para fasilitator akan bertugas melakukan pendampingan masyarakat, memperkuat data sosial ekonomi, membantu pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan, serta membangun sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Program Inovasi Berani Mombangu merupakan bagian dari penguatan Program Berani yang menjadi visi pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah.
“Dengan hadirnya para fasilitator tersebut, diharapkan berbagai program pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih terarah, tepat sasaran, dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Donggala secara berkelanjutan,” pungkasnya.

