DONGGALA – Ratusan warga Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, menolak rencana aktivitas pertambangan emas di wilayah itu.

Terkait hal tersebut, Anggota DPRD) Donggala, Jinurain Lamakatutu, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) maupun Pemprov Sulteng mendengarkan suara rakyat Labuan Toposo.

Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tidak boleh dipandang sebelah mata, terutama ketika menyangkut keselamatan nyawa, kelestarian lingkungan, dan masa depan generasi mendatang.

“Kekhawatiran yang disampaikan warga Labuan Toposo sangat beralasan dan memiliki dasar yang kuat. Dimana daerah mereka sering terjadi banjir,” katanya, Rabu (13/05).

Menurut Jinurain, jika aktivitas skala besar seperti tambang emas menggunakan alat berat di hulu sungai diizinkan, dampak bencana yang ditimbulkan dipastikan akan jauh lebih parah dan merusak.

Oleh sebab itu, Jinurain menegaskan, suara masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan.

Politisi PDIP ini menyatakan, jangan sampai investasi atau pembangunan ekonomi justru menimbulkan ancaman nyata bagi keselamatan warga Labuan Toposo.

“Jangan mengorbankan masa depan anak cucu kita demi investasi,” tegasnya. ***