PALU – Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Keluarga besar PKS Sulawesi Tengah (Sulteng), bahkan se-Indonesia berduka.
Salah satu unsur Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah (Sulteng) yakni Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP), Erni Yulianti berpulang ke Rahmatullah, Rabu (25/02).
Istri almarhum Ustadz Muhammad Ali Lamu tersebut, telah dimakamkan tepat di samping makam sang suami, Kamis 26 Februari, diantar ratusan pelayat dari berbagai daerah.
Jasadnya secara khusus diusung para personel kepanduan, dari rumah duka menuju masjid. Ratusan orang tampak menyolatkan sang murobbiah sejati, kemudian mengantarnya ke tempat peristirahatan terakhirnya di pekuburan Pogego, Palu Barat.
Kepergian sosok penggerak awal dakwah tarbiyah di Sulawesi Tengah tersebut, meninggalkan kesedihan di antara para anggota PKS Sulteng.
Kesedihan dari orang-orang yang ditinggalkan tersebut, mengingat segala kebaikan almarhumah semasa hidupnya.
Di antara para pelayat, saling menceritakan, bagaimana sang ustadzah sangat perhatian kepada seluruh kader PKS.
Ustadzah Erni, begitu sapaan akrabnya, selalu menjadi tempat curhat bagi para anggota PKS yang menemui masalah. Baik masalah di lingkungan dakwah, masalah keluarga, dan masalah lainnya.
“Beliau adalah seorang mualaf. Kelahiran Solo Jawa Tengah. Beliau dibesarkan di lingkungan keluarga yang cukup berada. Lalu almarhumah mendapatkan hidayah dan menikah dengan sang pujaan hatinya, Almarhum Ustadz Muhammad Ali Lamu,” ungkap Ketua DPW PKS Sulteng, Muhammad Wahyuddin, saat pelepasan jenazah.
Memilih masuk Islam dan menikah dengan seorang mahasiswa LIPIA, tentu memiliki konsekuensi bagi almarhumah. Segala kemewahan ia tinggalkan, demi memulai hidup baru dari titik nol bersama suami tercinta.
Bukan hanya itu, setelah mendapatkan amanah dakwah, kedua pasangan muda tersebut saat pulang ke Sulawesi Tengah, langsung melakukan berbagai terobosan menginisiasi dakwah tarbiyah.
“Dengan fasilitas yang tidak seperti saat ini, pasangan ini benar-benar berjuang membawa misi dakwah dari awal. Almarhumah harus pindah-pindah kontrakan. Semua itu beliau jalani dengan tabah, sabar. Semua itu tidak lain, karena mereka yakin dengan Janji Kemenangan dari Allah,” kenang Ustadz Wahyu, yang terlihat berupaya menahan air matanya.
Di kesempatan membawakan sambutan tersebut, juga diungkapkan bahwa pasangan Muh Ali Lamu dan Erni Yulianti, adalah sosok yang sangat dermawan.
Di setiap rezeki yang diperoleh oleh kedua murobbi tersebut, selalu disimpan di tempat khusus. Setiap kali ada yang datang mengeluhkan masalahnya, terutama masalah himpitan ekonomi, keduanya tidak segan untuk memberikan bantuan.
“Bahkan ustadzah setelah ditinggalkan suami beliau, tidak pernah surut semangatnya untuk bantu orang,” katanya lagi.
Seluruh hidupnya benar-benar beliau wakafkan untuk perjuangan di jalan dakwah.
Tidak ada orientasi dunia, keduanya meninggalkan dunia ini dalam kondisi yang sederhana, tetapi diiringi tangisan tulus dari raturan orang yang merasa kehilangan.
Selamat Jalan Ustadzah, semoga Allah melapangkan jalanmu menuju yaumil hisab, dipertemukan dengan belahan hatimu dan dikumpulkan bersama Syuhada Palestina, orang-orang yang selalu engkau bela dalam setiap kesempatan. ***

