PALU — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, KH. Zainal Abidin, menyesalkan adanya aksi joget erotis yang dinilai tidak pantas dalam rangkaian peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, yang videonya viral di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.

KH. Zainal Abidin yang juga sebagai Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj merupakan peringatan keagamaan yang sakral dan seharusnya diisi dengan kegiatan bernuansa ibadah, dakwah, serta penguatan nilai-nilai akhlak Islami.

“Peringatan Isra Mikraj adalah peristiwa agung dalam sejarah Islam. Sangat disayangkan jika di dalamnya ditampilkan hiburan yang tidak sesuai, karena dapat mengurangi nilai kesakralan dan makna spiritual dari peringatan tersebut,” ujar KH. Zainal Abidin, Sabtu (17/1) sore.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak membenarkan adanya bentuk hiburan yang bertentangan dengan norma agama dan etika dalam kegiatan keagamaan. Menurutnya, kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama, khususnya bagi penyelenggara, agar lebih selektif dan bertanggung jawab dalam menyusun rangkaian acara hari besar keagamaan.

KH. Zainal Abidin mengingatkan agar polemik atas peristiwa tersebut tidak berkembang menjadi kegaduhan di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen umat untuk tetap menjaga kerukunan, persaudaraan, dan harmoni sosial, serta menyikapi persoalan ini dengan bijak dan proporsional.

“Jangan sampai kejadian ini menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Yang terpenting adalah menjadikannya sebagai evaluasi bersama, demi menjaga marwah kegiatan keagamaan dan keharmonisan umat,” katanya.

Ia berharap ke depan, setiap peringatan hari besar keagamaan dapat dilaksanakan dengan lebih tertib, bermartabat, dan sejalan dengan nilai-nilai keagamaan, sehingga tidak mencederai perasaan umat serta tetap memperkuat persatuan dan kerukunan, baik antarumat beragama maupun di internal umat Islam sendiri.

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan seorang biduan berjoget di atas panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi viral di media sosial. Aksi tersebut menuai sorotan piblik di di media sosial karena busana dan tarian yang dinilai tidak sesuai dengan konteks acara keagamaan, meski di lokasi kejadian tidak tampak adanya protes dari penonton.