POSO, MAL – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Open Turnamen Domino Piala Kapolres Poso II resmi digelar dengan diikuti 256 peserta dari berbagai daerah, Rabu (24/6).
Ajang yang memperebutkan total hadiah Rp40 juta itu menjadi wadah mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui olahraga yang mengedepankan strategi, kekompakan, dan sportivitas.
Kapolres Poso AKBP Alowisius Londar, mengatakan turnamen ini tidak semata-mata bertujuan mencari juara. Nadmun, mengandung filosofi kemitraan yang kuat antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban.
“Secara filosofis, semangat kebersamaan itu ada di sini. Domino itu artinya Dorong Optimalisasi, Mitra, dan No Konflik. Jadi, tidak akan ada konflik kalau kita bisa bermitra secara optimal antara polisi dengan masyarakat,” kata AKBP Alowisius Londar saat membuka turnamen.
Menurut Kapolres, olahraga domino juga mengajarkan nilai kebersamaan dan kemampuan mengambil keputusan secara tepat. Di dalam permainan, peserta dituntut untuk membangun komunikasi dengan pasangan sekaligus menyusun strategi menghadapi lawan.
“Di meja pertandingan, kita diajarkan untuk tidak egois. Kita harus melihat pasangan kita dan memperhitungkan lawan. Kemenangan sesungguhnya adalah bagaimana kita mengambil pelajaran berharga di setiap sendi kehidupan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Turnamen Ardiyanto Usman, menyampaikan apresiasi kepada Polres Poso yang terus memberikan ruang dan pembinaan terhadap olahraga domino hingga memasuki tahun kedua pelaksanaan.
Ia memastikan piala yang diperebutkan merupakan piala bergilir yang akan terus dilombakan setiap tahun.
“Total hadiahnya mungkin besar, tetapi yang paling utama adalah semangat membangun kebersamaan untuk mempererat silaturahmi, melatih strategi, menjunjung tinggi sportivitas, serta memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat,” tandasnya.
Turnamen Domino Piala Kapolres Poso II diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga memperkokoh sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta kondusivitas daerah.

