DONGGALA – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu bergerak cepat melakukan recovery jaringan listrik di sekitar Gardu Induk (GI) Tawaeli.
Jaringan listrik di area itu sempat terganggu akibat bencana tanah longsor dan banjir yang terjadi sebagai dampak hujan dengan intensitas tinggi, sejak Ahad kemarin.
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Sindue, Kecamatan Labuan, Kecamatan Tanantovea, dan Kecamatan Tawaeli.
Peristiwa ini mengakibatkan gangguan pasokan listrik yang berdampak pada sekitar 21.826 pelanggan dengan total energi listrik yang hilang diperkirakan mencapai sekitar 20 MW.
Banjir dan tanah longsor tersebut menyebabkan kerusakan pada infrastruktur kelistrikan, antara lain 230 unit trafo distribusi dan 6 penyulang yang mengalami gangguan.
PLN UP3 Palu segera mengerahkan personel, peralatan, serta material pendukung untuk melakukan penanganan secara bertahap sesuai dengan tingkat kerusakan dan kondisi lapangan.
Manajer PLN UP3 Palu, Ansar, menyampaikan, pihaknya mempercepat pemulihan pasokan listrik kepada pelanggan yang terdampak.
“Kami langsung melakukan langkah-langkah penanganan darurat dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mempercepat proses recovery jaringan, khususnya di wilayah sekitar Gardu Induk Tawaeli dan daerah-daerah terdampak lainnya,” ujarnya.
Ansar juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas PLN yang tetap bekerja maksimal di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan tetap mengedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Dalam kondisi lapangan yang cukup berat akibat banjir dan longsor, kami menekankan agar seluruh pekerjaan dilakukan sesuai prosedur K3. Keselamatan petugas adalah prioritas utama,” tegasnya.
Pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan pasokan listrik tersebut.
Ansar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan pascabanjir dan longsor.
“Segera laporkan gangguan atau kondisi berbahaya melalui aplikasi PLN Mobile atau kanal layanan resmi PLN lainnya,” tutupnya. ***

