Wali Kota Inginkan Palu Menjadi Kota “Baldatun Thoyibatun Warobbun Ghofur”

oleh -374 Kali Dilihat
Dzikir memperingati HUT ke-43 Kota Palu, di halaman Balai Kota Palu, Ahad (26/09) malam. (FOTO: HAMID)

PALU – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menggelar dzikir dan doa bersama di halaman Kantor Balai Kota Palu, Ahad (26/09) malam, dalam rangka memperingati HUT ke-43 Kota Palu Tahun 2021.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menuturkan, pelaksanaan dzikir dan doa bersama ini mengingatkan kedudukan manusia di hadapan Allah SWT

“Dzikir ini akan mengingatkan kita bahwa betapa kecilnya kita di hadapan Allah SWT. Seberapa besarpun amal yang telah kita lakukan tidaklah sebanding dengan nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita,” kata Hadi.

Ia mengajak kepada semua khalayak untuk memperbaiki niat dalam menjalankan kewajiban dengan sebaiknya-baiknya serta menjaga hubungan, baik itu dengan Allah SWT maupun hubungan dengan sesama manusia.

“Kota Palu tak mungkin meninggalkan kita, kitalah yang akan meninggalkanya kelak. Kita akan meninggalkan kota ini, olehnya mari kita tinggalkan hal-hal yang bermanfaat untuk Kota Palu,” ucapnya.

Hadi juga memohon maaf jika selama enam bulan terakhir semenjak dirinya menjabat selaku Wali Kota Palu, terdapat kesalahan dan kekhilafan

“Masih banyak hal yang belum mampu saya kerjakan dengan baik. Masih banyak hal atau pelayanan yang belum baik. Saya mohon maaf, saya tahu saya memiliki banyak kekurangan, saya berharap kita semua bisa menguatkan saya dan mengingatkan saya atas segala sesuatu, sehingga dengan saling mengingatkan, Insya Allah kita akan saling menguatkan,” pintanya.

Dia juga mengajak kepada semua elemen warga masyarakat untuk membangun Kota Palu menjadi kota yang luar biasa, kota yang disebut Baldatun Thoyibatun Warabbun Ghafur, yakni kota yang mendapatkan ridho dan magfirah dari Allah SWT.

“Kota yang kita idaman-idamkan bersama. Semoga kita bisa mendapatkan rahmat dari Allah SWT untuk bisa mendapatkan predikat itu. Dan ke depan kita akan melaksanakan dzikir-dzikir seperti ini,” imbuhnya.

Kegiatan dzikir diisi dengan ceramah agama dan sholat berjamaah. Ceramah agama diisi oleh Ketua PB Alkhairaat Dr Shaleh bin Muhammad Aldjufri. Sementara dzikir dipimpin oleh Ketua Majelis Nurul Khairaat, Habib Saleh Alaydrus alias Habib Saleh Rotan.

Reporter : Hamid
Editor : Rifay