PALU, MAL — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) dr. Reny Lamadjido mengapresiasi perkembangan siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 20 Tadulako Nambaso setelah menjalani satu tahun proses pendidikan.
Apresiasi itu disampaikan Reny saat menghadiri Open House SR Terintegrasi 20 Tadulako Nambaso yang mengusung tema “Satu Tahun Melangkah, Sejuta Syukur Bermakna”.
Reny menilai perkembangan siswa terlihat cukup signifikan, terutama dari sisi kedisiplinan, kemampuan belajar, hingga keberanian tampil di depan umum.
“Atas nama Pemerintah Provinsi, saya mengapresiasi seluruh guru, terutama kepala sekolah, Dinas Sosial dan Pendidikan yang luar biasa mendidik adik-adik,” kata Reny.
Menurutnya, proses pendidikan yang dijalankan selama setahun tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kepercayaan diri siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Reny bahkan menguji secara langsung kemampuan sejumlah siswa, khususnya dalam berbahasa asing. Ia meminta seorang siswa menjawab sejumlah pertanyaan sederhana dalam bahasa Inggris, mulai dari nama, asal daerah, jumlah saudara, hingga cita-cita.
Tes spontan itu dilakukan untuk melihat keberanian dan kemampuan siswa berkomunikasi menggunakan bahasa asing.
Selain bahasa Inggris, para siswa juga diperkenalkan dengan sejumlah bahasa asing lainnya, seperti Mandarin, Arab dan Jepang. Reny menilai kemampuan tersebut dapat menjadi modal penting bagi siswa menghadapi perkembangan pendidikan dan persaingan di masa mendatang.
“Walaupun sedikit-sedikit, kita harus belajar bahasa. Jangan hanya tahu yes dan no, tetapi tidak memahami artinya,” ujarnya.
Reny juga berpesan kepada siswa agar belajar sungguh-sungguh dan meraih nilai sebaik mungkin sehingga memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke universitas yang diinginkan.
Ia meminta para siswa memegang prinsip “we can”, yakni keyakinan bahwa mereka mampu mencapai cita-cita.
Menurut Reny, kemampuan akademik juga perlu diimbangi dengan kemampuan bersosialisasi, menghargai pendapat orang lain, menjaga etika, serta menghormati guru dan orang tua.
“Jangan lupakan gurumu dan jangan lupakan orang tuamu, karena semua itu adalah doa dari guru dan doa dari orang tua,” pesannya.
Reny mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat menjadi kesempatan bagi anak-anak dari berbagai daerah, khususnya dari keluarga penerima manfaat, untuk memperoleh pendidikan dengan program dan pembelajaran yang setara.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas program Sekolah Rakyat yang memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat.
Sementara itu, Kepala Sekolah SR Terintegrasi 20 Palu, Anita, mengatakan tema “Satu Tahun Melangkah, Sejuta Syukur Bermakna” bukan sekadar perayaan, tetapi menggambarkan perjalanan sekolah dalam menjalankan amanah memberikan pendidikan, pengasuhan, pembinaan karakter, serta layanan kesejahteraan sosial kepada siswa.
“Momentum ini menjadi kesempatan bagi kita untuk bersyukur atas setiap proses, menghargai setiap perjuangan, sekaligus melihat kembali berbagai capaian yang telah kita bangun bersama,” katanya.
Menurut Anita, Open House menjadi ruang untuk menunjukkan semangat, kreativitas, kemandirian, kedisiplinan, dan karakter para peserta didik.
Ia menegaskan, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat siswa memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mempersiapkan masa depan.
“Di sini, anak-anak belajar menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, berakhlak mulia, peduli, berwawasan lingkungan, serta memiliki keterampilan untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari guru, tenaga kependidikan, orang tua, pemerintah hingga masyarakat.
Saat ini, jumlah siswa SR Terintegrasi 20 Palu mencapai 183 orang yang terdiri atas jenjang SMP dan SMA. Jumlah tersebut lebih rendah dari target awal sebanyak 200 siswa yang direncanakan dalam delapan rombongan belajar dengan kapasitas sekitar 25 siswa per kelas.
Reny mengatakan pembukaan Sekolah Rakyat di Sulteng membutuhkan persiapan cepat. Pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial, harus menyelesaikan berbagai persyaratan dalam waktu sekitar satu pekan.
Menurutnya, proses tersebut dapat diselesaikan berkat kerja sama tim serta dukungan pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, saya bersama tim berhasil mendapatkan program ini,” katanya.
Open House tersebut juga diisi dengan berbagai penampilan siswa. Para siswa-siswi SR Terintegrasi 20 Palu menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang seni, tari, pembacaan puisi dan olah vokal.
Penampilan tersebut menjadi bagian dari gambaran perkembangan siswa setelah satu tahun mengikuti proses pendidikan di Sekolah Rakyat.**
