Wabup Sigi Tinjau Titik Lonsor di 4 Kecamatan

oleh -55 Kali Dilihat
Wakil Bupati Sigi Dr. Samuel Yansen Pongi melakukan kunjungan dibeberapa titik longsor yaitu di Kecamatan Gumbasa, Lindu, Kulawi dan Kecamatan Kulawi Selatan. (IST)

SIGI – Wakil Bupati Sigi Dr. Samuel Yansen Pongi melakukan kunjungan dibeberapa titik longsor yaitu di Kecamatan Gumbasa, Lindu, Kulawi dan Kecamatan Kulawi Selatan, beberapa hari ini.

Hal ini dilakukan menindaklanjuti laporan masyarakat maupun di Media Taman Sigi serta media sosial mengenai beberapa titik longsor dan banjir di empat kecamatan tersebut.

Kasubag Humas Pemda Sigi Ariyanto mengatakan, peninjauan Wabub Sigi diawali di Trans Palu-Kulawi, tepatnya di Desa Salua. Penggusuran tanah yang longsor telah dilakukan oleh alat berat, sehingga akses jalan sudah dapat dilewati baik kendaran roda dua maupun roda empat.

Selanjutnya kunjungan di Dusun 4 Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi. Didapatkan kesimpulan, petugas perlu mengeruk kembali aliran sungai yang tertimbun tanah akibat longsor. Jika tidak dilakukan pengerukkan, maka dapat mengakibatkan banjir yang mengancam pemukiman warga setempat.

“Di Dusun 1 Desa Toro juga kita melihat daerah persawahan warga yang rusak akibat banjir. Hal ini akan dikoordinasikan kepada Balai Wilayah Sungai Propinsi Sulawesi Tengah, karena ini merupakan wewenang mereka,” ujar Wabub Sigi.

Di Kecamatan Kulawi Selatan, tepatnya di Desa Pilimakujawa lanjutnya, juga akan dikoordinasikan kepada BWS Sulawesi Tengah. Hal itu agar akses jalan berupa jembatan kembali dapat digunakan dengan aman.

Selanjutnya Samuel menuju Kecamatan Lindu, dan menyampaikan bahwa, alat berat berupa eksafator sudah berada di titik lokasi longsor. Pekerjaan penggusuran timbunan tanah di jalan akibat longsor, akan segera dimulai, agar akses jalan secepatnya dapat dilalui kembali oleh masyarakat.

Perjalanan Wabub Sigi Samuel, berakhiri di pinggiran sungai Desa Simoro Kecamatan Gumbasa. “Peninjuan ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Sigi, agar masyarakat dapat merasakan kehadiran Pemerintah disaat adanya bencana alam banjir dan tanah longsor,” terangnya.

Reporter: Hady
Editor: Nanang