PALU, MAL – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama mencatat prestasi membanggakan dengan meraih 15 medali emas pada ajang Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni Indonesia Timur (Poros Intim) IV Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Timur.

Rektor UIN Datokarama Prof. Lukman Thahir mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa UIN Datokarama tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi dalam olahraga dan seni.

“Ini adalah buah dari konsistensi, disiplin tinggi, dan mental juara yang ditunjukkan para mahasiswa. Raihan 15 medali emas pada Poros Intim IV menjadi hadiah terindah bagi seluruh sivitas akademika UIN Datokarama,” ujar Lukman di Palu, Jumat.

Lima belas medali emas tersebut diraih dari cabang tenis meja tunggal putra dan putri, tenis meja ganda putra dan putri, bulu tangkis tunggal putra, taekwondo poomsae individual putra dan putri, pencak silat seni tunggal putra dan putri, Musabaqah Hifzhil Quran kategori 30 juz putri, Musabaqah Qiraatil Kutub kategori putra, kaligrafi naskah putri, kaligrafi hiasan mushaf putri, pop solo Islami putri, nasyid, serta debat konstitusi.

Selain 15 medali emas, kontingen UIN Datokarama juga membawa pulang delapan medali perak dan 11 medali perunggu selama pelaksanaan Poros Intim IV yang berlangsung pada 6–11 Juli 2026.

Menurut Rektor, capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, latihan yang konsisten, dan semangat juang para atlet maupun peserta cabang seni yang mewakili UIN Datokarama.

Poros Intim IV menjadi ajang silaturahmi sekaligus kompetisi antarmahasiswa PTKIN di Indonesia Timur melalui bidang olahraga, riset, dan seni keislaman.

Pada bidang olahraga dipertandingkan enam cabang, yakni futsal, bulu tangkis, tenis meja, sepak takraw, taekwondo, dan pencak silat. Sementara bidang riset melombakan karya tulis ilmiah Al-Qur’an dan karya tulis ilmiah hadis.

Adapun pada bidang ornamen seni diperlombakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Musabaqah Qiraatil Kutub (MQQ), pop solo Islami, nasyid, kaligrafi, pidato tausiah, serta debat konstitusi. ***