JAKARTA – PT. Badan Usaha Milik Alkhairaat (BUMA) mendapatkan kepercayaan untuk menjalin kerja sama dengan PT. Pembangunan Sulteng di Sulawesi Tengah (Sulteng), dalam bidang pertambangan, perdagangan, advertising, serta bidang lain apabila di kemudian hari dinyatakan feasible (bisa dilakukan) untuk dilaksanakan di Sulawesi Tengah.

Hal ini ditandai dengan seremoni penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman antara Direktur Utama PT. Badan Usaha Milik Alkhairaat (BUMA), H.S. Alwi Saggaf Aljufri dengan Direktur Utama PT Pembangunan Sulawesi Tengah (PTPS-Perseroda) Leomirnandi D Karamoy, disaksikan secara langsung oleh Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura di Hotel Kempinsky Jakarta, Kamis (27/1).

Kepercayaan ini diberikan kepada BUMA, karena BUMA berorientasi pada sosial ekonomi, dan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Selain itu BUMA memperkuat pembangunan dan inovasi di dunia pendidikan Alkhairaat. Selain itu lagi, berorientasi untuk membantu atau memberi hak layak bagi guru belum maksimal terpenuhi, termasuk juga mendirikan sekolah atau pesantren baru.

Hal tersebut sejalan dengan visi dan misi yang dimiliki dengan PTPS terutama di dalam hal meningkatkan pembangunan ekonomi bagi masyarakat di wilayah Sulteng.

Habib Alwi Sagaf Aljufri, putra pertama dari Habib Saggaf Aljufri, menyatakan bahwa tujuan serta langkah BUMA merupakan bagian tidak terpisahkan dari Alkhairaat, yang basis utamanya pendidikan dan telah mengakar di hampir setiap pelosok wilayah Indonesia Timur.

“Kiprah Alkhairaat sejak didirikan oleh pendirinya Habib Idrus bin Salim Aljufri dilanjutkan kepada penerus-penerus beliau, tidak perlu dipertanyakan lagi, serta peran Alkhairaat di dalam membantu pemerintah untuk pembangunan manusia Indonesia yang berpendidikan serta berakhlakul karimah,” tuturnya, kepada MAL Online, Sabtu (29/1).

Dia mengatakan, dunia pendidikan dan perekonomian merupakan dua sisi mata uang tak terpisahkan. Pendidikan yang baik harus didukung oleh ekonomi yang kuat, agar terus bisa melakukan inovasi, mengembangkan tekhnology dan ilmu pengetahuan, serta riset .

“Ekonomi kuat harus didukung oleh sumber daya manusia berpendidikan, serta memiliki mental serta akhlak baik,” bebernya.

Sehingga kata dia, tercapai target kesuksesan sebenarnya, mampu membawa masyarakat adil dan makmur khususnya di wilayah Sulteng .

“Sebab untuk menopang pengelolaan sumber daya alam begitu berlimpah, tenaga ahli serta tenaga kerja tidak lagi harus didatangkan dari luar. Ini salah satu target utama dari kerjasama ini,” jelasnya.

Sementara soal PT Pembangunan Sulteng yang dipimpin Leomirnandi Karamoy, Habib mengenal Andi Karamoy secara pribadi sangat mumpuni dan memiliki network luas, serta etos kerja serta jam terbang tidak diragukan lagi.

“Saya yakin beliau akan dapat membawa keberhasilan gemilang serta mengantarkan PT. Pembangunan Sulteng sebagaimana di lmimpikan oleh masyarakat Sulteng,” imbuhnya.

Dirut PT Pembangunan Sulawesi Tengah, Leomirnandi D Karamoy mengatakan, awal tahun ini PTPS menjalin kerja sama strategis dengan PT. BUMA.

“Kolaborasi ini memberikan nilai tambah bagi masing-masing perusahaan dengan mengoptimalkan masing-masing potensi sesuai dengan core businessnya,” ujarnya.

Selain itu, urainya, tujuan besarnya untuk memperkuat kerja sama semua pihak, mengoptimalkan potensi masing-masing perusahaan. Sekaligus memacu pertumbuhan bisnis saling menguntungkan.

Saat ini BUMA sedang mentargetkan beberapa jenis usaha yang siap dilaksanakan baik bidang pertambangan, pertanian, budidaya udang vaname, perdagangan, pusat pengembangan kompetensi, riset dan tekhnologk yang akan dimulai pada tahun ini dengan menetapkan beberapa pilot project dibeberapa wilayah kerja Alkhairaat. BUMA akan mendorong sekolah dan pesantren yang berbasis agronomi .

BUMA berencana membentuk anak-anak perusahaan yang ditangani secara profesional.

Sumber Berita: Istimewa