MOROWALI, MAL – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, meninjau langsung pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Bungku, Kabupaten Morowali, Rabu (16/9).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka World Contraception Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Sedunia yang ditandai dengan pelaksanaan pelayanan KB secara serentak di Sulteng.

Anwar mengatakan pembangunan kesehatan dan keluarga memiliki keterkaitan dengan upaya pemerintah menyiapkan generasi berkualitas menuju 2045.

Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program Berani Sehat dan Berani Cerdas.

“Program kami yang menjadi visi misi Gubernur Sulteng, Berani Sehat dan Berani Cerdas, semuanya bertujuan untuk generasi emas 2045,” ujar Anwar.

Menurutnya, program kependudukan dan keluarga berencana juga memiliki peran dalam mengatur laju pertumbuhan penduduk sekaligus mendukung pembangunan generasi berkualitas.

“Ada keseragaman program dari BKKBN, mulai mengatur laju pertumbuhan penduduk dan yang lainnya dalam mendukung generasi emas 2045,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, sebanyak 23 akseptor mendapatkan pelayanan KB di Puskesmas Bungku. Pelayanan terdiri atas sembilan akseptor implan, sembilan akseptor suntik, dan lima akseptor intrauterine device (IUD).

Sementara itu, hingga 15 September 2026, capaian pelayanan KB di Kabupaten Morowali mencapai 10,5 persen dari target 555 peserta KB baru.

Pelayanan KB serentak dalam rangka World Contraception Day tersebut masih berlangsung hingga 7 Oktober 2026. Masyarakat dapat mengakses layanan melalui fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan itu, Anwar juga menyinggung penanganan stunting di Sulawesi Tengah. Ia mengatakan angka stunting menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.

“Syukur alhamdulillah, stunting kita sudah turun dari tahun ke tahun. Kalau bisa, kita upayakan 0,” ujarnya.

Anwar berharap upaya penanganan stunting terus diperkuat bersamaan dengan peningkatan pelayanan kesehatan dan pembangunan keluarga.

Ia menilai penguatan program kesehatan dan keluarga merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Nirmawati Toppo yang mewakili Bupati Morowali, Ketua MUI H. Mauludin, Ketua Dewan Adat H. M.I. Ridwan, Kepala Puskesmas Bungku dr. Supardi, Kepala SMA Negeri 1 Bungku Siti Rabua Laounu, serta sejumlah kepala desa. *