PALU, MAL – Pengurus Pusat (PP) Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA) mulai memperkuat kaderisasi nasional melalui pelaksanaan Training of Trainer (ToT) dan Pelatihan Kader Nasional (PKN) angkatan pertama di Kota Palu.
Kegiatan yang mengusung tema “Quo Vadis Alkhairaat? Menyiapkan Generasi, Menguatkan Kaderisasi, dan Meneguhkan Khidmat Menuju Satu Abad serta Menyongsong Indonesia Emas 2045” tersebut dibuka Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Jamaludin Mariajang, di Asrama Haji Palu, Jumat (18/9).
Ketua PP HPA, Ashar Yahya, mengatakan ToT dan PKN menjadi momentum untuk menata kembali kelembagaan HPA sekaligus mempersiapkan kader yang mampu menjalankan roda organisasi secara lebih terarah.
Menurut Ashar, HPA dalam beberapa tahun terakhir belum banyak terdengar kiprahnya sebagai organisasi kepemudaan. Karena itu, kegiatan kaderisasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali peran HPA dalam berbagai bidang pengabdian.
“Sekarang HPA sudah bangun dan akan bekerja menjalankan roda organisasi yang lebih agresif memberikan kontribusinya,” ujar Ashar.
Ia menjelaskan, peserta ToT dan PKN juga dipersiapkan untuk terlibat dalam agenda organisasi ke depan. Salah satunya menjadi bagian dari kepanitiaan inti Musyawarah Nasional (Munas) HPA mendatang.
“Peserta ToT dan PKN ini akan menjadi panitia inti Munas HPA mendatang,” tandasnya.
Ketua Panitia, Muhamad Syarif, mengatakan pelaksanaan ToT dan PKN angkatan pertama diikuti sekitar 50 hingga 60 peserta yang berasal dari sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong.
“Kami masih membatasi peserta, maksimal 50 sampai 60 peserta,” ujar Syarif dalam laporan panitia pelaksana.
Menurutnya, pembatasan jumlah peserta dilakukan dalam rangka menjaga efektivitas pelaksanaan kegiatan kaderisasi.
Sementara itu, Sekjen PB Alkhairaat Jamaludin Mariajang menekankan pentingnya kader HPA memahami kembali nilai dan misi yang menjadi dasar perjuangan Alkhairaat.
Ia mengatakan Alkhairaat yang didirikan Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua memiliki misi utama dalam pengembangan ilmu dan ketakwaan.
“Ketika kita menyebut Alkhairaat itu nyata. Alkhairaat adalah pendirinya, Sayyid Idrus bin Aljufri atau Guru Tua,” kata Jamaludin.
Menurutnya, perjuangan Guru Tua dalam mengembangkan pendidikan agama menjadi bagian penting yang perlu diteruskan oleh generasi penerus Alkhairaat.
Jamaludin juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap mekanisme organisasi serta keputusan yang dihasilkan melalui musyawarah.
“Kita harus taat dan patuh. Keputusan dalam organisasi berdasarkan musyawarah,” jelasnya.
Ia menilai nilai-nilai yang diwariskan Guru Tua perlu menjadi landasan kader Alkhairaat dalam menjalankan pengabdian di berbagai bidang, termasuk pemerintahan, politik, ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial.
Pelaksanaan ToT dan PKN angkatan pertama ini menjadi bagian dari agenda penguatan kaderisasi HPA dalam mempersiapkan generasi penerus Alkhairaat menuju satu abad kiprahnya.
Melalui kaderisasi yang terarah, HPA menargetkan lahirnya kader yang memiliki pemahaman organisasi, kapasitas kepemimpinan, serta kesiapan untuk melanjutkan pengabdian Alkhairaat di tengah masyarakat.
