PALU- Jenazah Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris Poso Askar alias Jaid alias Pak Guru usai menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, selanjutnya dimakamkan di taman pekuburan umum (TPU) Poboya, Kota Palu, Kamis (28/4).
Askar DPO Poso ini tewas ditembak oleh satuan tugas operasi Madago Raya, di Dusun Salubangga, Kabupaten Parimo, Rabu (27/4), jenazahnya lalu dievakuasi menuju RS. Bhayangkara Palu menggunakan ambulance untuk diautopsi.
Iring-iringan mobil ambulance membawa jenazah Askar tiba di RS.Bhayangkara Palu sekitar pukul 00.09 WITA dini hari langsung menuju ruang pemulasaran dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Salahsatu petugas kepolisian Polda Sulteng mengatakan, Askar sendiri berasal dari Bima dan belum ada pihak keluarga yang tiba di Palu.
“Kemungkinan jenazahnya dikebumikan di TPU Poboya, tidak lagi menunggu pihak keluarga,” katanya.
Kabidhumas Polda Sulteng, Didik Supranoto membenarkan bahwa benar siang hari, Satgas Madagoraya melakukan tindakan tegas terukur terhadap salahsatu DPO Poso di wilayah Kecamatan Sausu, Kabupaten Parimo.
Untuk keterangan resmi dan lengkap akan disampaikan langsung oleh Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako, Kamis, 28/4/2022 pukul 07.30 WITA di Polsek Sausu.
Dengan tewasnya Askar , tinggal menyisakan dua DPO teroris Poso lainnya, yakni Nae alias Galuh alias Mukhlas dan Suhardin alias Hasan Pranata.
Reporter: IKRAM/Editor: NANANG

