Tampil ‘Seksi’ melalui Inovasi

oleh

OLEH: Muhammad Syaiful, S.Pd., M.E.

Selama Agustus 2020, tidak kurang dari tujuh karya inovatif yang diresmikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka. Seluruhnya adalah Teras Kampus, Klinik Karya Ilmiah, Bengkel Statistik Terapan (Stater), Rumah Peradaban, Pojok Akuntansi, Studio Belajar, dan Sanggar Entrepreneurial.

Karya-karya itu digagas oleh dosen-dosen muda dengan dukungandan bimbingan dosen senior yang memiliki tekad besar untuk memajukan kampus ‘merah marun’ ini. Semua karya dimaksud berangkat dari keresahan inovator sehingga tergugah menyuntikkan alternatif solusi bagi permasalahan atau keresahan yang ingin diperbaiki.

Merujuk arti katanya, inovasi merupakan setiap ide atau gagasan, metode atau alat baru yang belum pernah ada ataupun diterbitkan sebelumnya (KBBI). Sebuah inovasi biasanya berisi terobosan-terobosan baru mengenai sebuah hal yang diteliti oleh sang inovator (orang yang membuat inovasi). Sebuah lembaga pun membutuhkan sentuhan-sentuhan kreatif dan inovatif untuk menciptakan suasana baru yang positif.

Menurut Everett M. Rogers (1987), inovasi merupakan sebuah ide, gagasan, dan praktik yang dilandasi dan diterima sebagai suatu hal baru oleh seseorang ataupun kelompok tertentu untuk diaplikasikan atau diadopsi.

Sejalan dengan itu, Van de Ven, Andrew H. (1989) menjelaskan inovasi sebagai pengembangan dan implementasi gagasan-gagasan baru oleh orang dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan dengan berbagai aktivitas transaksi di dalam tatanan organisasi tertentu.Pendeknya, inovasi adalah langkah untuk membuat perubahan yang lebih baik bagi diri sendiri, kelompok, lingkungan sekitar, serta untuk bangsa dan Negara.

BERANI BERINOVASI

Kehadiran pandemi Covid-19 boleh dikatakan telah menampar aktivitas publik. Namun ternyata dapat menghadirkan jawaban atas permasalahan yang muncul dengan inovasi sebanyak mungkin. Inovasi dalam dunia pendidikan juga diperlukan, baik itu pada sistem pendidikannya, sarana prasarana, maupunmetode pembelajaran.

Berinovasi tidak bisa dipandang sebelah mata lagi. Berinovasi sudah selayaknya menjadi ‘passion’ bagi siapa saja, apalagi milenial yang jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit.

Data Badan Pusat Statistik tahun 2017 menunjukkan penduduk usia 20-39 tahun  di Indonesia berjumlah 83.306.000 jiwa atau sekitar 31,8 % dari populasi. Persentase milenial akan bertambah menjadi 40,2 % jika kita masukkan penduduk usia 15-19 tahun yang mencapai 22.212.000 jiwa.

Penulis membayangkan, jika setiap satu milenial memberikan sebuah inovasi bagi lingkungan sekitarnya (sekolah, kampus, tempat tinggal atau lingkungan kerja), Negara ini akan menimba hasil dari lompatan itu di masa mendatang.

Secara pribadi, penulis menilai apa yang dilakukan oleh rekan-rekan dosen FISIP USN Kolaka adalah permulaan yang baik untuk membuat kampus menjadi lebih ‘seksi’.

Semoga langkah-langkah tersebut dapat menarik minat masyarakat untuk menjadikan USN Kolaka sebagai pilihan utama menimba ilmu. Teruslahmelahirkan karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi semua pihak. ***

*Penulis adalah Dosen Ekonomi Pembangunan, USN Kolaka

Iklan-Paramitha