PALU – Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Lingkungan Pemerintah Kota Palu, Moh Fahri, didampingi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Panca Marga Palu, Dewi Cahyawati Abdullah, secara resmi membuka STIA Panca Marga Expo 2026 di area Pujasera Kampus STIA Panca Marga Palu, Jalan Dayo Dara, Kota Palu, Selasa (25/8) malam.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita. Kegiatan yang mengangkat tema kolaborasi dan eksplorasi antara kampus, kewirausahaan, UMKM, seni dan budaya, serta ketahanan pangan itu berlangsung 25–29 Agustus 2026 mulai pukul 16.00 WITA hingga selesai.

Dalam sambutannya, Moh Fahri menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Palu terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh berdiri sendiri dan terpisah dari lingkungan masyarakat.

“Perguruan tinggi harus menjadi bagian dari ekosistem pembangunan daerah, menjadi ruang bertemunya gagasan, pengetahuan, kreativitas, inovasi, serta kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, semangat kolaborasi menjadi hal penting dalam mendukung pembangunan Kota Palu. Pemerintah memiliki kebijakan dan kewenangan, perguruan tinggi memiliki ilmu pengetahuan, riset, dan sumber daya intelektual, sedangkan dunia usaha memiliki kemampuan investasi dan pengembangan ekonomi.

Di sisi lain, UMKM memiliki kekuatan ekonomi kerakyatan, sementara komunitas mempunyai kreativitas dan jejaring sosial.

Seluruh unsur tersebut, kata Fahri, perlu disatukan agar menghasilkan ekosistem pembangunan yang kuat, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Fahri juga mendorong STIA Panca Marga Palu berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Palu dalam melahirkan pelaku UMKM baru.

Ia menyebut, kampus tersebut telah memperoleh kesempatan untuk mengembangkan lima UMKM. Namun, jumlah tersebut diharapkan dapat ditambah melalui proses seleksi.

“Kami berharap STIA Panca Marga Expo 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang perjumpaan dan ruang kolaborasi,” katanya.

Ia juga mengajak perguruan tinggi swasta di Kota Palu memanfaatkan keberadaan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) untuk berkolaborasi dalam pengembangan inovasi.

Menurutnya, BRIDA setiap tahun menyelenggarakan berbagai kegiatan dan lomba inovasi yang dapat menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi.

Fahri menilai berbagai agenda dalam expo, mulai dari pameran, stan layanan publik, talkshow, diskusi, pertunjukan komunitas, UMKM dan bazar, pentas seni hingga kompetisi, merupakan bentuk nyata keterbukaan kampus kepada masyarakat.

Ia berharap setiap kegiatan menghasilkan manfaat konkret. Talkshow dan diskusi, misalnya, tidak berhenti pada pembicaraan, tetapi mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi.

Sementara kegiatan UMKM dan bazar diharapkan membuka akses pasar serta peluang kemitraan yang lebih luas.

“Kehadiran UMKM dan bazar dapat membuka akses pasar yang lebih luas. Sementara pentas seni dan berbagai kompetisi dapat menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kreativitas dan prestasinya,” ujarnya.

Fahri juga mengingatkan mahasiswa agar tidak memandang kampus hanya sebagai tempat memperoleh gelar akademik. Menurutnya, kampus merupakan tempat membangun pola pikir, karakter, kepemimpinan, keberanian menyampaikan gagasan, serta kemampuan menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya berpikir tentang apa yang dapat diperoleh, tetapi juga apa yang dapat diberikan kepada masyarakat dan daerah.

“Dunia kerja dan dunia usaha membutuhkan generasi muda yang adaptif, kreatif, mampu berkolaborasi, menguasai teknologi, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” katanya.

Sementara itu, Ketua STIA Panca Marga Palu, Dewi Cahyawati Abdullah, mengatakan expo tersebut menjadi momentum bagi kampus untuk memperkenalkan potensi, kreativitas, inovasi, dan karya mahasiswa serta civitas academica.

Menurut Dewi, perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus membentuk generasi yang kreatif, inovatif, mandiri, memiliki jiwa kewirausahaan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

“Melalui kegiatan expo ini, kita dapat melihat bagaimana ide, kreativitas, dan kemampuan mahasiswa diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan dan karya yang memiliki nilai edukatif, ekonomi, sosial maupun budaya,” ujarnya.

Dewi menjelaskan, pelaksanaan expo juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-40 kampus. Selain itu, kegiatan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik berbasis kewirausahaan yang mulai diterapkan tahun ini.

Ia mengatakan, salah satu bentuk pertanggungjawaban mahasiswa kepada masyarakat atas pelaksanaan KKN tersebut diwujudkan melalui expo.

“Mahasiswa harus mempertanggungjawabkan kepada masyarakat apa yang telah mereka lakukan dalam KKN. Salah satunya melalui expo ini,” katanya.

Dewi menambahkan, dalam pelaksanaan KKN tersebut pihak kampus juga menjalin kerja sama dengan mitra internasional di Jakarta. Mahasiswa mengikuti pembelajaran secara daring selama dua bulan sebagai bagian dari upaya memperoleh sertifikasi berstandar internasional.

Ia berharap kegiatan expo dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya.

Dewi juga memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk pelaku UMKM, komunitas, seniman, budayawan, organisasi perempuan, pelaku usaha, serta penyandang disabilitas.

Menurutnya, keterlibatan penyandang disabilitas dalam expo menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi mereka untuk berkarya dan berinovasi.

“Teman-teman disabilitas juga memiliki stan dan dapat berkreasi serta berinovasi di tempat ini. Saya selalu mendukung,” ujarnya.

Ia berharap seluruh rangkaian STIA Panca Marga Expo 2026 berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi peserta maupun masyarakat Kota Palu.
Pembukaan expo kemudian secara resmi dilakukan oleh Moh Fahri mewakili Pemerintah Kota Palu.

Usai pembukaan, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Lingkungan Pemerintah Kota Palu, Moh Fahri, didampingi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Panca Marga Palu, Dewi Cahyawati Abdullah, bersama jajaran dan tamu undangan lainnya mengunjungi stand-stand UMKM.

Ayo buruan tunggu apalagi ajak sanak saudara, teman, handai taulan, relasi datang berkunjung nikmati pertunjukan dan kulinernya.