PALU, MAL — Pasca kebakaran yang melalap sejumlah ruang kelas SDN 11 Palu Barat Senin awal pekana ini, aktivitas belajar mengajar siswa  terpaksa harus menyesuaikan kondisi sekolah.

Mulai Senin, 31 Agustus 2026 mendatang, siswa kelas I, II, III dan IV SDN 11 Palu Barat direncanakan masuk sekolah pada siang hari. Kebijakan tersebut dilakukan menyusul rencana pembangunan ruang kelas darurat oleh Dinas Pendidikan Kota Palu bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu.

Kepala SDN 11 Palu Barat, Afrida, S.Pd., mengatakan, untuk sementara siswa masih mengikuti proses pembelajaran di tenda darurat yang disiapkan pascakebakaran.

“Kami hari kedua pascakebakaran, siswa kelas I, II, III dan IV masih belajar di tenda darurat. Kamis tadi pagi masih belajar di tenda darurat,” kata Afrida kepada media ini, Kamis (27/8).

Menurutnya, Dinas PU Kota Palu telah melakukan pengukuran lokasi dan mulai menyiapkan berbagai kebutuhan untuk pembangunan ruang kelas darurat.

“Tadi sore baru dilakukan pengukuran dan menyiapkan segala macam kebutuhannya. Insya Allah pengerjaan bangunan ruang kelas darurat tidak memakan waktu lama,” ujarnya.

Sembari menunggu ruang kelas darurat selesai dibangun, pihak sekolah menyiapkan skema pembelajaran dengan memanfaatkan ruang kelas SDN 9 Palu yang masih berada dalam satu lingkungan sekolah.

Afrida mengatakan, pihak sekolah telah meminta izin kepada kepala SDN 9 Palu terkait rencana penggunaan ruang kelas tersebut.

“Adanya rencana siswa kelas I, II, III dan IV masuk siang, kami akan mengundang orang tua murid untuk membahas rencana tersebut. Kami nantinya akan menggunakan ruang kelas SDN 9 yang merupakan sekolah satu lingkungan. Saya sudah meminta izin kepada kepala sekolahnya,” jelasnya.

Ia berharap para orang tua murid dapat memahami kondisi tersebut, sehingga proses pembelajaran siswa tetap berjalan selama pembangunan ruang kelas darurat berlangsung.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Palu, Ahmadi, mengatakan, ruang kelas SDN 11 yang terbakar nantinya akan diusulkan untuk dibangun kembali secara permanen.

Menurut Ahmadi, sumber anggaran pembangunan masih akan dikoordinasikan, apakah menggunakan bantuan dari Pemerintah Daerah atau melalui Kementerian Pendidikan Dasar (Kemendikdas).

“Kita masih menunggu bantuan mana yang lebih cepat keluar. Ruang kelas yang terbakar nantinya akan didesain dua lantai sehingga kebutuhan ruang kelas ke depan tidak kekurangan,” kata Ahmadi.

Dengan adanya pembangunan ruang kelas darurat tersebut, diharapkan aktivitas belajar mengajar siswa SDN 11 Palu Barat dapat kembali berjalan normal, meski untuk sementara harus menyesuaikan kondisi pascakebakaran.