PARIMO, MAL – Satu unit excavator yang diamankan dari lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), dilaporkan hilang saat menunggu proses evakuasi.
Kejadian excavator hilang ini menjadi sorotan dalam upaya penertiban PETI Tombi.
Ekskavator tersebut sebelumnya diamankan oleh tim gabungan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dolago-Tanggunung. Penertiban ini merupakan bagian dari operasi terhadap aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan.
Kepala UPT KPH Dolago-Tanggunung, Muhammad Kuzeini, menjelaskan bahwa alat berat itu diamankan pada Selasa, 16/06, dan dititipkan sementara di wilayah perkampungan Desa Tombi dengan jaminan seorang warga setempat.
Namun, saat tim kembali ke lokasi pada Rabu, 17/06, untuk mengevakuasi alat berat itu, excavator sudah tidak berada di tempat.
“Setelah kami kembali keesokan harinya, alat sudah tidak ada,” kata Muhammad Kuzeini saat dikonfirmasi, Jumat, 19/06.
Kuzeini menerangkan, operasi penertiban PETI ini hasil tindak lanjut Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) oleh Gakkum dan KPH pada 10/06. Dari pemantauan, tim menemukan enam unit alat berat beroperasi ilegal di dalam kawasan hutan.
Temuan ini kemudian dibahas dalam rapat strategi pada 12/06. Tim berencana menggelar operasi gabungan bersama Polda Sulawesi Tengah dan TNI pada Senin, 15/06.
Sebelum operasi gabungan terlaksana, Polres Parigi Moutong dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lebih dahulu menertibkan lokasi yang sama. Namun, tidak ada satu pun alat berat ditemukan di area PETI target.
Kondisi ini membuat tim gabungan mengubah strategi. Pada Selasa pagi, 16/06, tim kecil diterjunkan lagi untuk melakukan pengintaian. Informasi bahwa aktivitas PETI kembali berlangsung di kawasan hutan diperoleh, mendorong tim bergerak pada siang harinya.
Tim berhasil mengamankan satu unit excavator yang sedang beroperasi. Namun, alat berat yang telah diamankan itu dilaporkan hilang sehari kemudian, menambah kompleksitas kasus excavator hilang PETI Tombi.
Selain Desa Tombi, tim awalnya juga merencanakan penertiban di Desa Alo’o. Namun, rencana itu batal karena adanya aktivitas Satgas di wilayah tersebut dan pertimbangan taktis usai operasi di Desa Tombi.
“Kami merasa di Desa Alo’o saat itu kemungkinan sudah kosong. Kalaupun ada aktivitas, kemungkinan sudah berada di luar kawasan yang menjadi kewenangan kami,” ujar Muhammad Kuzeini.
Saat ini, KPH dan Gakkum terus memantau perkembangan aktivitas PETI di Desa Tombi sambil menyusun langkah penindakan selanjutnya.
“Tim terus memantau, hanya saja kami belum bisa memastikan kapan akan dilakukan lagi razia,” katanya.
Kuzeini menekankan, pelaksanaan operasi berikutnya perlu direncanakan lebih matang agar tidak berbenturan dengan agenda kepolisian maupun satuan tugas lainnya.

