JAKARTA, MAL – Isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali menguat pada Senin (14/9/2026) setelah sejumlah pejabat tinggi negara terlihat merapat ke Istana Negara, Jakarta Pusat.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik sejumlah menteri dan wakil menteri pada sore hari, namun hingga pukul 16.18 WITA belum ada keterangan resmi mengenai daftar pejabat yang akan dilantik maupun kemungkinan reshuffle kabinet.
Sejumlah pejabat yang terlihat hadir di Istana antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno serta Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Kehadiran mereka memicu spekulasi terkait perubahan susunan Kabinet Merah Putih.
Pratikno mengaku menerima undangan pelantikan dan langsung memenuhi panggilan tersebut. Saat ditanya mengenai agenda yang akan berlangsung, ia hanya menjawab, “Undangan terkait pelantikan.”
Ia juga mengatakan, “Kita tunggu saja, undangan sudah diterima makanya langsung hadir.”
Sementara itu, Suahasil Nazara mengaku datang ke Istana setelah menerima panggilan telepon. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai isi atau pihak yang menghubunginya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia juga mengungkapkan dirinya mendapat pesan WhatsApp untuk hadir di Istana pada pukul 15.00 WIB saat sedang menghadiri acara Universitas Hasanuddin di Hotel Four Seasons, Jakarta.
“Padahal saya ada acara sebenarnya di Istana jam 3. Nanti sebentar kalian, nanti lihat ada acara di Istana jam 3. Saya baru di-WA untuk hadir ke sana,” kata Bahlil.
Di saat isu reshuffle menguat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa diketahui sedang mengikuti rapat di Komite IV DPD RI. Purbaya terlihat menerima panggilan telepon saat keluar dari rapat tersebut.
Munculnya isu reshuffle bertepatan dengan hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Menurut peneliti Siti Zuhro, pemerintahan Prabowo-Gibran dalam waktu dekat akan memasuki tahun kedua masa kerjanya.
Sebelumnya, Prabowo baru kembali ke Indonesia usai menghadiri KTT BRICS 2026 di New Delhi, India, pada 12-13 September 2026.
Presiden tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 14 September 2026 pukul 00.08 WIB dan langsung menjadwalkan pelantikan pejabat pada sore harinya.
Secara regulasi, Presiden memiliki hak prerogatif untuk mengangkat dan memberhentikan menteri sebagaimana diatur dalam Pasal 17 Undang-Undang Dasar 1945.
Ketentuan mengenai susunan dan perubahan kabinet juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.
