POSO, MAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kementerian Pertanian mulai menerapkan Program Budidaya Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS).

Program tersebut ditandai dengan gerakan tanam perdana padi di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Selasa (01/9).

Kepala BRMP Sulawesi Tengah sekaligus Direktur Wilayah Kementerian Pertanian, Dr. Ruslan Boy, mengatakan PM-AAS tidak sekadar kegiatan tanam padi, tetapi bagian dari transformasi pertanian menuju sistem yang lebih maju dan berdaya saing.

“Program ini bukan hanya soal menanam padi, tetapi bagaimana kita membangun sistem pertanian yang lebih modern, terukur, dan mampu meningkatkan produktivitas,” ujar Ruslan.

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido menilai penggunaan teknologi menjadi langkah penting untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

“Modernisasi pertanian harus memberikan manfaat langsung bagi petani, baik melalui peningkatan produktivitas, efisiensi biaya dan waktu, maupun peningkatan pendapatan,” tambah Reny.

Sementara itu, Sekkab Poso Heningsih E.G. Tampai menyebut gerakan tanam tersebut merupakan langkah nyata untuk meningkatkan produksi, memperluas areal tanam, dan mengoptimalkan lahan pertanian.

“Teknologi harus hadir untuk membantu petani. Teknologi harus membuat pekerjaan petani menjadi lebih mudah,” demikian pesan Bupati Poso yang dibacakannya.

Pemkab Poso selanjutnya mendorong keterlibatan penyuluh, kelompok tani, dan petani agar teknologi yang diterapkan dapat digunakan secara tepat dan berkelanjutan.

Sebelumnya, gerakan tanam PM-AAS juga dilaksanakan di Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Puselemba.