POSO – Tim pengabdi dari Program Studi DIII Keperawatan Poso, Poltekkes Kemenkes Palu menggelar kegiatan pengabdian masyarakat guna memperkuat pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di wilayah Poso Pesisir, Senin (11/5).
Program bertajuk “Optimalisasi Kewaspadaan Dini dan Respons Komunitas untuk Pengendalian Penyakit Tidak Menular” itu melibatkan kader kesehatan dan masyarakat setempat sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas.
Kegiatan difokuskan pada penanganan sejumlah persoalan kesehatan utama seperti hipertensi, diabetes melitus, hingga penyakit jantung yang masih menjadi beban kesehatan masyarakat di kawasan tersebut.
Tim pengabdi dipimpin Nirva Rantesigi bersama Dewi Nurviana Suharto dengan menghadirkan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi sederhana.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan yakni dashboard monitoring kesehatan digital yang dirancang untuk membantu kader kesehatan melakukan pendataan, pemantauan, dan analisis kondisi kesehatan warga secara lebih cepat dan akurat.
Ketua tim pengabdi, Nirva Rantesigi, mengatakan rendahnya literasi kesehatan dan lemahnya deteksi dini masih menjadi kendala utama dalam pengendalian PTM di tingkat komunitas.
“Melalui pendekatan transdisiplin dan dukungan teknologi digital yang mudah digunakan, kami berharap kader kesehatan mampu mengambil keputusan dan melakukan respons cepat berbasis data riil masyarakat,” ujar Nirva.
Selain edukasi kesehatan, peserta juga mendapat pelatihan penanganan kondisi darurat akibat komplikasi PTM melalui penerapan Community-Based Emergency Response System.
Dewi Nurviana Suharto menilai masyarakat memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan lingkungan.
“Karena kesiapsiagaan komunitas dapat menekan risiko kematian maupun kecacatan akibat penyakit tidak menular,” katanya.
Program tersebut juga mendorong integrasi data kesehatan masyarakat ke dalam Sistem Informasi Desa (SID) sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan desa yang lebih tepat sasaran.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) dan diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Poso.

