MOROWALI, MAL – Wakil Bupati (Wabup) Morowali, Iriane Iliyas, menegaskan evaluasi kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Morowali harus menjadi langkah nyata untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat, terutama di wilayah yang hingga kini belum terlayani secara optimal.

Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin rapat evaluasi Direksi PDAM Kabupaten Morowali Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Morowali, Kamis (16/7).

Rapat membahas laporan kinerja PDAM sekaligus mengevaluasi pelayanan air bersih di berbagai wilayah.

Dalam arahannya, Iriane meminta proses evaluasi dilakukan secara objektif, terbuka, dan menyeluruh. Seluruh peserta rapat diminta menyampaikan capaian maupun berbagai persoalan yang masih dihadapi PDAM sebagai dasar penyusunan langkah perbaikan.

Menurutnya, keluhan masyarakat terkait ketersediaan air bersih, khususnya di wilayah kepulauan dan Kecamatan Bungku Selatan, masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Morowali.

Sebagian masyarakat di wilayah tersebut, kata dia, hingga kini belum menikmati layanan air bersih secara optimal sehingga diperlukan langkah konkret untuk mempercepat penyelesaiannya.

“Evaluasi ini harus dilakukan secara selektif. Baik capaian maupun kekurangan PDAM harus disampaikan secara terbuka agar menjadi dasar perbaikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Iriane.

Sementara itu, Direktur PDAM Morowali, Mustari, memaparkan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan perusahaan. Salah satunya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa Akademi Teknik Tirta Wiyata dengan sistem ikatan dinas guna mencetak tenaga profesional di bidang pengelolaan air minum.

PDAM juga tengah melakukan digitalisasi pelayanan melalui pembangunan sistem basis data pelanggan berbasis daring untuk meningkatkan akurasi data dan efektivitas pelayanan seiring bertambahnya jumlah pelanggan.

Selain itu, perusahaan merencanakan pengembangan usaha melalui pembangunan kawasan perkantoran terpadu, laboratorium, fasilitas pendukung operasional, serta pengembangan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) sebagai bagian dari diversifikasi usaha.

Ketua Dewan Pengawas PDAM Morowali, Husban Laonu, menilai pengelolaan PDAM menunjukkan perkembangan positif dibandingkan beberapa tahun terakhir. Meski demikian, ia menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap struktur organisasi, sumber daya manusia, dan strategi bisnis perusahaan.

Menurut Husban, jumlah pelanggan yang telah mencapai lebih dari 6.000 sambungan rumah merupakan potensi besar untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Di sisi lain, kapasitas sumber air yang tersedia dinilai masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga peluang perluasan layanan kepada masyarakat masih terbuka.

Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Setda Morowali, Anwar Saimu, mengatakan hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Kabupaten Morowali dalam merumuskan kebijakan yang terukur guna meningkatkan kinerja PDAM sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Ia berharap evaluasi tersebut menghasilkan langkah-langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat, tetapi juga mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). **