MAKASSAR, MAL – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, melalui Integrated Terminal Makassar, mengadakan program pasar murah sembako bagi masyarakat prasejahtera.
Kegiatan ini bertempat di Kantor Kecamatan Ujung Tanah dan menyediakan 1.000 paket kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dalam program pasar murah sembako ini, Pertamina menyediakan 1.000 paket. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kilogram, susu kental manis, kecap manis, dan sarden. Masyarakat dapat memperoleh paket tersebut hanya dengan harga Rp30 ribu, sekitar 15 persen dari total nilai paket yang disediakan.
Program pasar murah ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ini juga menjadi upaya menjaga akses pangan bagi keluarga yang membutuhkan di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Selain penyediaan sembako murah, acara di Kecamatan Ujung Tanah ini juga menawarkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Tersedia pula promo penggantian oli kendaraan dan program penukaran tabung LPG 3 Kg ke Bright Gas 5,5 Kg. Penukaran ini bagian dari edukasi penggunaan produk LPG nonsubsidi yang lebih praktis.
Camat Ujung Tanah, Andi Unru, mengapresiasi pelaksanaan program pasar murah yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kegiatan pasar murah seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau. Kami mengapresiasi dukungan Pertamina Patra Niaga yang terus hadir melalui program sosial bagi masyarakat di Kecamatan Ujung Tanah,” kata Andi Unru.
Lilik Hardiyanto, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, menyatakan kegiatan pasar murah ini wujud komitmen perusahaan untuk memberi manfaat sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Pertamina berkomitmen mendorong program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ini termasuk penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Lilik.
Selain membantu masyarakat prasejahtera, kegiatan ini juga mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya poin 1 (tanpa kemiskinan), poin 2 (tanpa kelaparan), poin 3 (kehidupan sehat dan sejahtera), dan poin 10 (berkurangnya kesenjangan). ***

