JAKARTA, MAL – Presiden Prabowo Subianto menerima pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah surat pengunduran dirinya disampaikan pada 25 Juli 2026. Posisi pimpinan bank sentral untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sambil menunggu penetapan gubernur definitif.

Pemerintah menyatakan pengunduran diri tersebut dilakukan secara sukarela karena alasan pribadi. Hingga Senin (27/7/2026), belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai alasan pribadi yang melatarbelakangi keputusan Perry Warjiyo mengakhiri masa jabatannya sebelum berakhir.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden telah menerima pengunduran diri tersebut dan menyampaikan apresiasi atas pengabdian Perry selama memimpin Bank Indonesia.

“Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo. Tentu disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih tujuh tahun lamanya memimpin Bank Indonesia,” kata Prasetyo Hadi.

Prasetyo menjelaskan pemerintah akan memproses penerbitan Keputusan Presiden mengenai pemberhentian secara hormat Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI. Sesuai mekanisme yang berlaku, jabatan tersebut untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti.

“Jabatan Gubernur Bank Indonesia akan secara otomatis dijabat oleh Deputi Gubernur Senior yang selanjutnya akan menjalankan seluruh tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara,” demikian mekanisme yang disampaikan pemerintah.

Destry Damayanti saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2024–2029. Sebelumnya, ia juga menjabat pada periode 2019–2024 sebelum kembali ditetapkan untuk masa jabatan berikutnya.

Pergantian mendadak di pucuk pimpinan bank sentral memunculkan perhatian pelaku pasar. Sejumlah analis menilai transisi kepemimpinan berpotensi memicu volatilitas jangka pendek pada nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN), terutama apabila komunikasi kebijakan tidak dilakukan secara cepat dan meyakinkan.

Analis juga menilai pasar akan mencermati proses penunjukan gubernur definitif Bank Indonesia karena posisi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas moneter, inflasi, serta nilai tukar rupiah.

Hingga Senin siang, pemerintah belum mengumumkan nama calon gubernur definitif yang akan menggantikan Perry Warjiyo. Untuk sementara, seluruh tugas dan kewenangan Gubernur Bank Indonesia dijalankan oleh Destry Damayanti sesuai mekanisme yang berlaku. ***