PALU – Setelah perhelatan Pemilu serentak 2019, giliran Pilkada Wali Kota Palu yang menyusul pada Tahun 2020 nanti. Meski masih terbilang lama, namun sudah mulai ramai diperbincangkan. Sejumlah nama figur yang akan tampil sudah mulai dispekulasi, bahkan salah satunya, Hadianto Rasyid sudah mulai terang-terangan menyatakan kesiapan untuk bertarung.
Pengamat Politik asal Univeritas Tadulako (Untad), Dr Irwan Waris juga angkat bicara mengenai itu. Ditemui di Untad, Selasa (30/04), dia memprediksi, Hidayat bakal ditaklukan lawan politiknya nanti, manakala dia akan maju lagi.
Kata dia, Hidayat yang nantinya berstatus petahana, sebenarnya masih memenuhi syarat untuk maju berkompetisi, tetapi Hadianto Rasyid juga sangat memenuhi syarat. Bahkan, kata dia, jika masih ingin mencalonkan, Habsa Yanti Ponulele juga masih memiliki kans yang tidak kalah besar.
Meski demikian, baginya dalam kontestasi Pilwakot ke depan, semakin banyak calon, maka lebih baik, agar makin banyak pilihan bagi rakyat. Yang terpenting baginya, nama-nama baru harus mulai dimunculkan ke publik, seperti Ridha Saleh, Iksan Laulembah, Arianto sangaji, dan masih ada figur-figur yang berbasic birokrasi lainnya.
“Kita dorong mereka muncul agar rakyat ini punya pilihan. Kita dorong saja, istilahnya jagoan kita, walau masih beberapa waktu ke depan, tapi jagoan itu sudah harus mulai dielus-elus, sudah mulai diperkenalkan kepada rakyat,” katanya.
Menurutnya, khusus Hidayat-Sigit dalam kepemimpinan tiga tahun lebih sudah bekerja keras, tetapi dia menilai tuntutan rakyat saat ini masih sangat berharap untuk bisa bekerja lebih keras lagi.
“Artinya banyak hal yang masih bisa diselesaikan oleh wali kota, rasanya tidak terselesaikan sekarang ini terutama setelah bencana. Kita bisa rasakan terutama jalan dalam kota, penerangan dalam kota itu semua terbengkalai, padahal sebenarnya sudah bisa dibenahi, apalagi teman-teman di pengungsian, rasanya belum tertangani dengan baik, pendataannya dan berbagai macam,” jelasnya.
Hal tersebut menurutnya membuka lebar peluang bagi kandidat baru, karena untuk kondisi saat ini rakyat mencari pemimpin yang bisa lebih bekerja keras.
“Saya kira kans petahana selalu ada, tapi saya kira rakyat selalu mencari yang terbaik. Saya memprediksi orang baru yang akan muncul. Terutama sekali yang mempengaruhi itu pada masa gempa dan penanganannya, itu saya kira membekas. Mungkin tanpa gempa saya kira sulit melawan petahana. Semua calon punya kans, sekarang masyarakat sudah rasakan. Silahkan anda intepretasi sendiri,” tandasnya. (YAMIN)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.