PALU – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, memimpin jalannya pertemuan bersama sejumlah pihak, di ruang rapat Bappeda Kota Palu, Rabu (29/04).

Pertemuan tersebut digelar dalam rangka menindaklanjuti fenomena El Nino dengan intensitas lebih kuat atau yang kerap disebut “Godzilla” yang diprediksi terjadi tahun ini.

Fenomena tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor, salah satunya kebutuhan air bersih di tengah masyarakat.

“Ada laporan masyarakat, kurangnya debit air di Huntap Tondo,” ujar Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dicarikan solusi, mengingat fenomena El Nino diperkirakan akan muncul dalam beberapa bulan ke depan, bahkan berpotensi berkembang menjadi Super El Nino yang dapat memicu lonjakan suhu global serta cuaca ekstrem.

Untuk itu, dirinya menegaskan pentingnya sinergitas lintas sektor dalam mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin terjadi, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Bagaimana masyarakat kita harus terpenuhi kebutuhan airnya. OPD terkait sudah harus memikirkan masalah ini bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk jangka panjang. Jangan ego sektoral, harus berkolaborasi dan bersinergi,” tegasnya

Dalam pertemuan tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya pendistribusian air bersih kepada masyarakat menggunakan mobil tangki air (MTA) yang tersedia.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu juga akan menyurat ke pihak Pertamina terkait dukungan kebutuhan bahan bakar minyak untuk operasional mobil tangki tersebut.

Di samping itu, Pemkot Palu juga berencana menyurat ke pihak Universitas Tadulako agar air embung yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sulawesi Tengah, PDAM Kota Palu, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemerintah Kota Palu. ***