Pemprov Ajukan Rp2,5 Triliun

oleh
Kepala BNPB, Doni Monardo didampingi Kasatgas PUPR Arie Setiadi, tengah meninjau langsung lokasi pembangunan huntap di Kelurahan Duyu, Senin (25/02). (FOTO: MAL/FALDI)

PALU – Pencairan dana stimulan bagi korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, baru akan dibahas pada Kamis 28 Februari mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, saat meninjau lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) di Kelurahan Tondo, Senin (25/02).

Menurutnya, pembahasan dana stimulan itu akan digelar bersama Wakil Menteri Keuangan.

Dia juga menyebutkan, ketika dana stimulan bisa dicairkan sesegera mungkin, maka pihaknya segera menyalurkannya ke kas daerah.

Namun, kata dia, hal itu dilakukan setelah pemerintah mendapat data yang valid dan akurat dari tim gabungan, antara lain dari Badan Pertanahan, BMKG, Badan Geologi, Badan Informasi dan Geo Spasial, yang sama-sama melakukan pendataan.

Sehingga, sambung Doni, tidak ada lagi daerah relokasi bagi korban bencana di Sulteng yang masuk dalam wilayah rawan bencana.

Adapun rancangan pencairan dana stimulan tersebut, bergantung dari usulan Pemerintah Provinsi Sulteng sendiri.

“Jadi berdasarkan data awal yang disampaikan Pemprov Sulteng, jumlah rumah rusak akibat bencana di Padagimo mencapai sekitar 100.000 unit, terdiri atas 30.000 unit rusak berat, rusak sedang 26.000 unit, dan rusak ringan 40.000 unit,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Provinsi Sulteng, Hidayat Lamakarate, menyebutkan, pihaknya mengusulkan dana stimulan tersebut kurang lebih Rp2,5 triliun. (FALDI)

 

Iklan-Paramitha