MOROWALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali menggelar Seminar Awal Penyusunan Dokumen Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJ-PID) di Aula Bappelitbangda Morowali, Jumat (5/6).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Morowali, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tim tenaga ahli penyusun dokumen, narasumber, serta peserta seminar lainnya.
Seminar awal RIPJ-PID menjadi forum strategis yang menandai langkah awal Pemerintah Kabupaten Morowali dalam merumuskan kebijakan riset dan inovasi daerah yang selaras dengan potensi wilayah.
Sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan industri nasional, Morowali dinilai perlu memperkuat kapasitas ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi agar potensi sumber daya alam dan pesatnya investasi dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas menyampaikan bahwa tujuan utama seminar tersebut adalah menyamakan persepsi antara pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga riset, termasuk BRIN, terkait arah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi jangka panjang di Kabupaten Morowali.
Selain itu, seminar juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi permasalahan dan prioritas unggulan daerah di berbagai sektor strategis, seperti pangan, energi, kesehatan, dan lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah menghimpun data awal guna memastikan dokumen RIPJ-PID disusun berdasarkan kebutuhan dan bukti yang akurat.
Penyusunan dokumen RIPJ-PID merupakan bagian dari amanat pemerintah dalam memperkuat tata kelola riset di daerah. Kehadiran dokumen tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjawab berbagai persoalan pembangunan di tingkat daerah.
Pemerintah Kabupaten Morowali menekankan bahwa dokumen RIPJ-PID harus selaras dan terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Morowali. Selain itu, dokumen yang disusun diharapkan berorientasi pada dampak nyata, realistis, dan dapat diimplementasikan secara efektif.
Melalui seminar awal tersebut, Pemkab Morowali berharap RIPJ-PID dapat menjadi kompas strategis dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Penguatan riset dan inovasi juga diharapkan mampu menjembatani potensi industri besar di Morowali dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui transfer teknologi, pengembangan riset aplikatif, dan lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan di sektor pertanian, perikanan, lingkungan hidup, hingga tata kelola pemerintahan. **

