PALU — Komunitas Domino Nosarara tampil dominan dengan menyapu bersih empat besar Turnamen Domino yang digelar Kerukunan RT/RW di sekitar Hunian Tetap (Huntap) Tondo, Kota Palu.

Turnamen yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Kompleks Huntap I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, itu diikuti 128 pasangan pemain dari berbagai wilayah di Kota Palu.

Empat pasangan dari Komunitas Domino Nosarara memastikan tempat di babak semifinal setelah menyingkirkan lawan-lawannya pada babak delapan besar.

Dominasi tersebut berlanjut hingga babak akhir dengan menempatkan seluruh wakilnya di posisi juara 1 hingga juara 4.

Hasil akhir turnamen menempatkan Nanda/Akbar sebagai juara pertama, disusul Imang/Garry sebagai juara kedua. Posisi ketiga ditempati Anto/Anggri, sedangkan Adnan/Muazin berada di urutan keempat.

Penanggung jawab turnamen, Wahyu Ahmad Dun, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Selain turnamen domino, terdapat sejumlah kegiatan lainnya, yakni turnamen fox, bola voli, lari sarung, lomba memasukkan kelereng ke dalam botol, serta lomba makan kerupuk,” kata Ahmad Dun,Jumat.

Menurut dia, jenis perlombaan disesuaikan dengan minat dan antusiasme masyarakat. Domino, kata dia, kini semakin mendapat perhatian karena telah berkembang sebagai olahraga yang dipertandingkan secara resmi.

Seluruh rangkaian kegiatan mengusung slogan “BERANI Fight” sebagai semangat untuk memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan partisipasi masyarakat dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

Ketua Dewan Pembina Komunitas Domino Nosarara, Harun, menyambut positif keberhasilan empat pasangan binaannya tersebut.

Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi para atlet Nosarara untuk semakin giat berlatih dan meningkatkan kemampuan bertanding.

Menurut Harun, pembinaan tersebut penting sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda olahraga nasional. Pada 2027, Sulawesi Tengah dijadwalkan menjadi tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS).

Selain itu, domino juga menjadi salah satu cabang yang dipersiapkan dalam agenda olahraga nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Keberhasilan ini harus menjadi motivasi bagi atlet-atlet Nosarara untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan tanding,” ujar Harun.

Ia berharap prestasi di tingkat lokal dapat menjadi pijakan bagi para atlet Nosarara untuk bersaing pada ajang yang lebih tinggi sekaligus memperkuat pembinaan olahraga domino di Sulawesi Tengah.***