PATBM Pengawu Minta Dinsos Ultimatum Panti Asuhan Nurul Huda

oleh -
Ilustrasi kekerasan

PALU- Peristiwa pemukulan dilakukan kerabat Pimpinan Panti Asuhan terhadap anak Panti Asuhan Nurul Huda pada Jumat pekan lalu, di Kelurahan Pengawu memantik reaksi dari berbagai lapisan masyarakat sekitar, dan organisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kelurahan Pengawu.

PATBM Pengawu, berharap tindakan kekerasan terhadap anak Panti Asuhan Nurul Huda tidak berulang, olehnya perlu ultimatum dinas sosial, sebagai efek jera. Serta adanya tanggung jawab pemilik panti terhadap anak panti, dengan memulangkan mereka ke orang tuanya.

PATBM Pengawu, Ngatmina mengatakan, dengan adanya tindak kekerasan dilakukan oleh pelaku terhadap anak Panti Asuhan Nurul Huda pada peristiwa Jum’at pekan lalu, menjadi tugasnya melindungi.

“Akibat peristiwa pemukulan dilakukan terhadap seorang anak panti membuat anak panti lainnya merasa ketakutan, sebab sering juga mendapat perlakuan kasar, hingga keluar dari panti dan tidak lagi mau kembali ke panti,” bebernya

Ia mengatakan, dari 29 orang anak-anak penghuni panti, akibat peristiwa pemukulan itu, yang keluar dari panti berkisar 11 orang. Mereka akhirnya bersepakat untuk indekost, setelah hampir tiga hari bermukim di rumah warga.

Ia mengatakan lagi, awalnya mereka keluar dan menginap di rumah warga hanya mengamankan diri, sebab ibu panti (pimpinan, red) sedang keluar Kota Palu. Tapi sampai ibu panti datang dari luar kota, pun tidak menjemput atau menanyakan mereka, hingga akhirnya mereka memutuskan keluar panti.

“Ke sebelas anak laki-laki itu berasal dari berbagai daerah seperti Pantai Barat, Pantai Timur dan kepulauan Togean. Tiga orang menempuh pendidikan perguruan tinggi, sedang sisanya menempuh pendidikan tingkat menengah,” katanya.

Dia menambahkan, atas peristiwa pemukulan tersebut, dari pihak kelurahan Pengawu memfasilitasi pertemuan antara Dinas Sosial Kota Palu dan panti asuhan sebagai klarifikasi sampai terjadinya tindak kekerasan terhadap anak panti.

Reporter: IKRAM
Editor: NANANG