PALU, MAL — Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu melaksanakan program matrikulasi bagi seluruh mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, Rabu (2/9/2026).
Matrikulasi yang berlangsung selama dua hari, 2–3 September 2026, diikuti 128 mahasiswa program magister (S2) dan 29 mahasiswa program doktor (S3). Program tersebut menjadi sarana penyetaraan kemampuan akademik sekaligus penguatan arah riset keislaman yang responsif terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan yang digelar di Kampus Pascasarjana UIN Datokarama itu dirancang untuk menyelaraskan latar belakang keilmuan mahasiswa yang beragam. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai metode penulisan karya ilmiah, budaya akademik, sistem pelayanan akademik, kode etik, strategi perkuliahan, hingga pelaksanaan tugas perkuliahan.
Ketua Panitia Pelaksana Matrikulasi Pascasarjana, Dzakia, M.Pd., mengatakan program tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami dasar-dasar keilmuan pada program studi yang dipilih sekaligus mengenal lingkungan kampus dan membangun hubungan dengan sesama mahasiswa.
“Diharapkan dengan adanya program matrikulasi ini, para mahasiswa lebih memahami pengetahuan dasar pada program studi yang dipilih, lebih mengenal kampus, dan mempunyai ikatan yang lebih akrab dengan mahasiswa lain,” kata Dzakia di Kota Palu, Rabu (2/9/2026).
Direktur Pascasarjana UIN Datokarama, Profesor Nurdin, menegaskan matrikulasi bukan sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru, tetapi menjadi fondasi dalam membangun atmosfer akademik yang kritis dan produktif.
“Kami ingin memastikan seluruh mahasiswa baru memiliki pijakan landasan berpikir yang sama, terutama dalam memadukan keilmuan Islam dengan isu-isu kontemporer,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa diharapkan sejak awal perkuliahan telah memiliki gambaran riset yang matang sehingga mampu menghasilkan karya akademik yang kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pascasarjana UIN Datokarama optimistis program tersebut dapat mendukung lahirnya lulusan magister dan doktor yang berkualitas, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan masyarakat dan khazanah keilmuan Islam di Indonesia.**
