Pasca Peristiwa Desa Khatulistiwa, Pemkab Parimo dan Forkompimda Rakoor Bahas ini

oleh -
Wakil bupati Parimo memimpin rapat bersama dengan Forkopimda setempat, pascademo penolakan tambang di Desa Khatulistiwa, Rabu (16/02). (FOTO:IST)

PARIMO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) bersama Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) mengelar rapat koordinasi pasca kisruh demonstran tambang di desa khatulistiwa Kecamatan Tinombo Selatan beberapa waktu lalu.

Rapat yang dihadiri Ketua DPRD, Kepolisian/TNI, Kejaksaan, Pengadilan dan Kesbangpol itu, dilaksanakan, di Ruang Wakil Bupati, Rabu (16/02).

Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai, mengatakan, atas insiden yang terjadi beberapa waktu lalu, mewakili Pemerintah Parimo, mengucapkan bela sungkawa duka cita yang mendalam dengan gugurnya satu massa aksi, Erfaldi.

“Peristiwa yang terjadi di desa Siney pada Ahad dini hari di luar dugaan kita semua,” ungkapnya.

Kata dia, pihaknya menjadwalkan kunjungan Pemkab dan Forkopimda pada keluarga korban meninggal di desa Tada Selatan, untuk memberikan santunan Jum’at mendatang.

Ia mengatakan, untuk menyelesaikan konflik khususnya aksi masyarakat terhadap penolakan dan seruan pencabutan izin pertambangan yang dilakukan PT. Trio Kencana. Pihaknya akan mengadakan audience bersama Gubernur Sulteng.

“Saya menugaskan Kepala Kesbangpol Parimo, membuat surat kepada Gubernur untuk permintaan audience dengan Forkopimda Parimo,” tutupnya.

Reporter : Mawan
Editor : Yamin