PALU – Letaknya yang begitu strategis di pinggir Teluk Palu menjadikan Kampung Kaili menjadi salah satu tujuan utama masyarakat untuk berlibur atau sekadar bersantai di sore hari.

Terlebih karena beberapa fasilitas yang ditawarkan, mulai dari soki-soki, pedagang makanan tradisional sampai akses Wifi, semakin menambah kenyamanan pengunjung di lokasi yang ada di Kelurahan Besusu Barat itu.

Diresmikan langsung oleh Wali Kota Palu saat Festival Pesona Palu Nomoni 2017, Kampung Kaili yang mempunyai daya tarik tersendiri diharapkan menjadi salah satu icon di Kota Palu. Bahkan informasi yang dihimpun, pada tahun 2018 mendatang, Pemerintah Kota Palu akan menggelontorkan dana sebesar Rp5 miliar untuk pengembangannya dengan tema budaya dan kuliner.

Sayangnya, belum juga berjalan beberapa bulan, beberapa soki-soki nampak tak berkaki lagi alias rubuh. Kebanyakan bagian atapnya banyak yang rusak akibat tertiup angin.

Salah satu masyarakat Kota Palu, Azwar mengaku prihatin dengan kondisi beberapa soki-soki yang terkesan tak terawat.

“Padahal kalau kita lihat potensi yang dikatakan pak wali kota, sudah sangat tepat sekali,” kata Azwar.

Dia berharap, jika benar Kampung Kaili akan menjadi kawasan budaya dan kuliner, maka harus mendapat perhatian khusus.

“Kalau boleh saya kasih masukkan, harus ditempatkan beberapa penjaga di Kampung Kaili, seperti security supaya terbuka juga lapangan pekerjaan untuk para pemuda,” tutupnya. (FALDI)