Mulhanan ajak kader HMI-KAHMI sukseskan vaksinasi COVID-19

oleh -54 Kali Dilihat
Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Tengah Mulhanan Tombolotutu

Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Sulawesi Tengah Mulhanan Tombolotutu mendorong para kader HMI dan KAHMI turut serta nenyukseskan program vaksinasi COVID-19.

“Dibutuhkan kolaborasi semua pihak bersama-sama pemerintah, agar bisa melewati situasi kritis pandemi saat ini,” kata Mulhanan dalam keterangan tertulis di Palu, Jumat.

Mulhanan menjelaskan hal sederhana dilakukan para kader adalah memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat, bahwa vaksinasi penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Alangkah baiknya bila kita mengajak ke tempat vaksinasi atau memberikan informasi kapan dan dimana program vaksinasi dilaksanakan,” harap relawan senior lembaga Roa Jaga Roa tersebut.

Mulhanan mengingatkan kembali lima insan cita HMI, yakni insan akademik, pencipta, pengabdi, bernafaskan islam dan bertanggungjawab terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

“Kehadiran peran sebagai insan pengabdi sangat dibutuhkan,” ujar Mulhanan.

Mulhanan berharap Milad KAHMI ke 55 tahun, dapat dijadikan momentun untuk peran pengabdian kepada umat.

Peringatan Milad KAHMI ke 55 tahun, mengusung tema, pulihkan kesehatan, bangkitkan ekonomi dan wujudkan keadilan sosial.

Sementara itu, Kordinator Presidium KAHMI Ariza Patria menyampaikan dua kata yang membuat KAHMI bisa mencapai usia 55 tahun.

“Syukur dan ikhlas,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Ariza menegaskan mereka yang mengurus organisasi KAHMI selalu ikhlas dan kompak, walaupun tanpa gaji. Tujuan pengabdian di KAHMI sama dengan pengabdian untuk kepentingan NKRI, bangsa, negara dan umat.

Tentang Penulis: Fauzi Lamboka

Gambar Gravatar
Profesi sebagai jurnalis harus siap mewakafkan diri untuk kepentingan publik. Menulis merupakan kebiasaan yang terus diasah. Namun, menulis bukan sekadar memindahkan ucapan lisan ke bentuk tulisan. Tetapi lebih dari itu, mengabungkan logika (akal), hati (perasaan) untuk medapatkan rasa, yang bisa diingat kembali di hari esok.