PALU – Kepala Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng, H. Rusman Langke menyebutkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan salah satu lembaga yang mewadahi para ulama, cendekiawan muslim dalam rangka memberikan bimbingan kepada umat.
Dia mengatakan, keberadaan MUI sangat dibutuhkan oleh umat beragama, utamanya Umat Islam di Sulteng dalam rangka menyatukan persepsi umat. Olehnya, diharapkan semua keterwakilan Ormas Islam yang tergabung dalam MUI menyatukan pandangan dan menghambil peran aktif di masyarakat.
“Adanya keterwakilan masing-masing ormas Islam di MUI, tentu lebih memudahkan MUI dalam memaksimalkan perannya di masyarakat dalam dakwah,” kata Kakanwil saat memberikan sambutan diacara pengukuhan pengurus MUI Sulteng masa khidmah 2018 – 2023, di Aula Asrama Haji Transit Palu, Senin (04/02).
Rusman menambahkan, MUI sebagai salah satu organisasi mitra pemerintah, harus siap bekerjasama dengan pemerintah dalam membangun peradaban manusia.
Maka menurutnya, harus diikutkan dengan managemen oraganisasi dan konsolidasi yang baik, sehingga dipastikan MUI akan jauh lebih baik. Langkah-langkah tersebut juga harus terorganisir dengan rapih, karena perlu ada integrasi program dan langkah oleh MUI dari tingkat kabupaten dan provinsi.
“Pembinaan berbasis kebutuhan masyarakat atau berbasis problem yang dihadapi saat ini oleh masyarakat, sangat dibutuhkan. Olehnya itu, MUI tentu harus memberikan pesan-pesan atau dakwah sesuai dengan kondisi atau kebutuhan masyarakat,”tandasnya.
Pengurus MUI Provinsi Sulteng periode 2018-2023 dikukuhkan oleh Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat, KH Abdullah Jaidi, di Asrama Haji Transit Palu, Senin (04/02). MUI Sulteng kembali diketuai oleh HS. Ali bin Muhammad Aljufri. Pejabat Wakil MUI Sulteng, Rektor IAIN Palu, H. Sagaf S Pettalongi. (YAMIN)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.