MAL – Manusia belum pernah mendarat di Mars hingga Jumat, 7 Agustus 2026. Meski sejumlah lembaga antariksa dan perusahaan swasta terus mengembangkan teknologi untuk membawa manusia ke Planet Merah, belum ada tanggal resmi yang dipastikan untuk pendaratan manusia pertama. Target yang paling sering disebut berada pada dekade 2030-an, namun berbagai tantangan teknologi, keselamatan, pendanaan, dan kebijakan masih membuat jadwal tersebut belum bisa dianggap sebagai kepastian.
Mars telah lama menjadi tujuan utama eksplorasi manusia di luar Bumi. Namun, perjalanan menuju planet itu jauh lebih rumit dibandingkan misi ke Bulan maupun misi robotik yang selama puluhan tahun telah menjelajahi permukaannya.
NASA menyatakan, “Mars tetap menjadi tujuan utama kita untuk eksplorasi manusia.”
Lembaga antariksa Amerika Serikat itu juga menyebut sedang mengembangkan teknologi untuk mengirim astronaut ke Mars “sedini mungkin pada 2030-an”. Pernyataan tersebut merupakan sasaran jangka panjang, bukan pengumuman jadwal peluncuran atau pendaratan yang telah ditetapkan.
Mengapa Belum Ada Tanggal Resmi Pendaratan Manusia di Mars?
Hingga saat ini belum ada manusia yang pernah mencapai orbit Mars, apalagi mendarat di permukaannya.
Sebaliknya, seluruh keberhasilan eksplorasi Mars masih dilakukan oleh wahana robotik. Beberapa misi yang berhasil mendarat antara lain Viking 1, Viking 2, Mars Pathfinder, Spirit, Opportunity, Phoenix, Curiosity, hingga Perseverance.
Pertanyaan mengenai kapan manusia pertama mendarat di Mars tidak sesederhana menentukan tahun peluncuran roket. Misi tersebut harus menjawab berbagai persoalan yang belum pernah dihadapi secara bersamaan dalam sejarah penerbangan antariksa.
Astronaut membutuhkan oksigen, air, makanan, habitat bertekanan, perlindungan radiasi, perawatan medis, sistem komunikasi, kendaraan permukaan, hingga kemampuan kembali ke Bumi setelah menyelesaikan misi.
Selain itu, perjalanan pulang-pergi ke Mars diperkirakan berlangsung sangat lama, bahkan dapat mencapai ratusan hari hingga beberapa tahun tergantung rancangan misi.
NASA dan SpaceX Sama-Sama Menargetkan Mars
NASA menempatkan program Artemis sebagai langkah menuju Mars. Program tersebut dirancang untuk mengembalikan manusia ke Bulan, menguji teknologi baru, serta mempersiapkan kemampuan eksplorasi jangka panjang sebelum misi antarplanet dilakukan.
Artemis bukan misi Mars, tetapi menjadi tahapan penting untuk menguji sistem pendukung kehidupan, pakaian antariksa, komunikasi jarak jauh, dan operasi manusia di lingkungan luar angkasa dalam durasi panjang.
Sementara itu, SpaceX mengembangkan Starship sebagai kendaraan angkut besar yang dirancang dapat digunakan kembali untuk membawa kargo maupun awak.
SpaceX menyatakan, “Penerbangan kargo Starship ke permukaan Mars untuk misi penelitian, pengembangan, dan eksplorasi dimulai tidak lebih awal dari 2028.”
Namun, jadwal tersebut hanya berlaku untuk misi tanpa awak. Tidak ada pernyataan resmi yang menetapkan tahun pendaratan manusia pertama di Mars.
Perusahaan itu juga menyebut, “Penjelajah manusia pertama di Mars akan meletakkan dasar bagi keberadaan permanen di permukaan.”
Meski demikian, visi tersebut masih bergantung pada keberhasilan berbagai teknologi yang saat ini belum terbukti dalam operasi Mars berawak.
Tantangan yang Membuat Misi Mars Sangat Sulit
Salah satu tantangan terbesar adalah jarak.
Jarak Bumi dan Mars terus berubah karena kedua planet mengorbit Matahari. Pada kondisi terdekat, jaraknya sekitar 54,6 juta kilometer, sementara pada posisi tertentu dapat melampaui 400 juta kilometer.
Misi robotik menuju Mars umumnya membutuhkan waktu sekitar enam hingga sembilan bulan. Misi manusia akan lebih kompleks karena harus mempertimbangkan keselamatan awak selama perjalanan panjang.
Masalah lain adalah radiasi ruang angkasa.
NASA Human Research Program menyebut, “Bahaya ini sulit divisualisasikan karena, tentu saja, radiasi ruang angkasa tidak terlihat oleh mata manusia.”
NASA juga menegaskan bahwa perjalanan antarplanet membawa risiko radiasi yang lebih besar dibandingkan misi di orbit rendah Bumi.
Dalam kajian lembaga tersebut, perjalanan sekitar 1.000 hari dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker sepanjang hidup astronaut dari sekitar 15 persen menjadi sekitar 20 persen untuk profil astronaut tertentu.
Selain radiasi, terdapat tantangan lain seperti:
Pengisian bahan bakar di orbit.
Pendaratan kendaraan berawak berukuran besar di Mars.
Produksi oksigen dan bahan bakar di Mars.
Sistem pendukung kehidupan tertutup.
Kesehatan mental awak selama isolasi berkepanjangan.
Keterlambatan komunikasi antara Bumi dan Mars.
Kemampuan kembali ke Bumi dengan selamat.
Mars Sudah Didatangi Robot, Tetapi Belum Manusia
Eksplorasi Mars telah berlangsung selama lebih dari setengah abad.
Tonggak penting yang telah tercapai antara lain:
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1971 | Mars 2 mencapai permukaan Mars namun mengalami tumbukan |
| 1971 | Mars 3 melakukan pendaratan lunak pertama di Mars |
| 1976 | Viking 1 berhasil mengirim foto dan data dari permukaan Mars |
| 1997 | Mars Pathfinder membawa rover Sojourner |
| 2004 | Spirit dan Opportunity mulai menjelajahi Mars |
| 2008 | Phoenix meneliti es air di wilayah kutub |
| 2012 | Curiosity mendarat di Kawah Gale |
| 2021 | Perseverance mendarat di Kawah Jezero |
Meski daftar keberhasilan robotik terus bertambah, status misi manusia masih berada pada tahap pengembangan teknologi.
Hingga kini, jumlah manusia yang pernah mendarat di Mars adalah nol. Jumlah manusia yang pernah mengorbit Mars juga nol.
Mengapa Tahun 2030-an Masih Sebatas Target?
Dekade 2030-an sering disebut sebagai target paling optimistis karena sejumlah teknologi kunci masih harus dibuktikan.
SpaceX perlu menunjukkan bahwa Starship mampu menjalani peluncuran berulang, pengisian bahan bakar di orbit, penerbangan jarak jauh, serta pendaratan dan lepas landas dari Mars.
NASA juga masih harus menyelesaikan berbagai tahapan program Artemis serta mengembangkan teknologi pendukung untuk misi antarplanet.
Selain faktor teknis, keberhasilan misi juga dipengaruhi oleh pendanaan, prioritas politik, regulasi, kerja sama internasional, dan standar keselamatan yang harus dipenuhi.
Karena itu, banyak skenario masih terbuka.
Dalam skenario optimistis, manusia dapat mendarat di Mars pada dekade 2030-an. Namun jika terjadi keterlambatan teknologi, perubahan kebijakan, atau persoalan keselamatan, pendaratan bisa bergeser ke 2040-an atau bahkan lebih lama.
Jawaban Paling Akurat Saat Ini
Sampai 7 Agustus 2026, belum ada tanggal resmi yang ditetapkan untuk pendaratan manusia pertama di Mars.
NASA menggunakan target “sedini mungkin pada 2030-an”, sementara SpaceX menargetkan misi kargo ke Mars tidak lebih awal dari 2028. Kedua target tersebut menunjukkan arah pengembangan teknologi, bukan jadwal final pendaratan manusia.
Dengan berbagai tantangan yang masih harus dipecahkan, jawaban yang paling akurat saat ini adalah bahwa manusia mungkin mendarat di Mars pada 2030-an, tetapi waktu pastinya masih belum diketahui. ***
