JAKARTA, MAL – Facebook dan Instagram milik Meta Platforms mengalami gangguan akses yang dilaporkan ribuan pengguna pada Minggu (20/9/2026) waktu Amerika Serikat.
Data Downdetector mencatat lebih dari 17.000 laporan gangguan Facebook dan lebih dari 5.000 laporan Instagram, dengan dampak yang meluas ke sejumlah negara sebelum layanan berangsur normal sekitar satu jam kemudian.
Gangguan dilaporkan mulai meningkat pada sekitar pukul 21.11 hingga 21.25 ET. Sebagian besar pengguna mengeluhkan situs Facebook tidak dapat dimuat, berhenti di logo Facebook, menampilkan layar putih, atau gagal memuat foto dan video. Sejumlah pengguna juga melaporkan masalah login.
Menurut data Downdetector, jumlah laporan Facebook mencapai lebih dari 17.000 pada puncak gangguan, sementara Instagram mencatat lebih dari 5.000 laporan.
Beberapa laporan mencatat angka Facebook berada pada kisaran 17.400 hingga 17.667 laporan dan Instagram sekitar 5.653 hingga 6.400 laporan dalam rentang waktu yang sama.
“Platform jejaring sosial Meta, Facebook dan Instagram, down bagi ribuan pengguna di AS pada Minggu, menurut Downdetector.com,” demikian laporan yang mengutip data pelacak gangguan tersebut.
Downdetector juga mencatat lebih dari 17.000 laporan masalah pada Facebook hingga pukul 21.11 ET dan lebih dari 5.000 laporan gangguan pada Instagram. Situs tersebut mengumpulkan laporan pengguna dari berbagai sumber untuk memantau gangguan layanan digital.
Gejala yang paling banyak dilaporkan adalah kegagalan mengakses situs web Facebook. Pengguna menyebut halaman berhenti di logo Facebook dan tidak melanjutkan proses pemuatan.
“Sebagian besar laporan menyatakan mereka mengalami masalah mengakses situs web Facebook, yang stuck di logo Facebook dan tidak memuat lebih lanjut. Beberapa halaman hanya layar putih dan tidak memuat.”
Sekitar 12 persen laporan juga menyebut adanya kendala saat login ke aplikasi.
Selain Facebook, pengguna Instagram melaporkan aplikasi tidak dapat memuat konten sehingga foto dan video dari akun yang diikuti tidak dapat ditampilkan.
“Pengguna melaporkan aplikasi media sosial tidak dapat memuat, membuat mereka tidak bisa melihat foto dan video dari teman dan influencer favorit,” demikian laporan terkait gangguan tersebut.
Amerika Serikat menjadi wilayah dengan laporan terbanyak, termasuk di New York, Los Angeles, San Francisco, Dallas, Atlanta, dan Florida. Namun laporan serupa juga muncul di sejumlah negara lain seperti Singapura, Filipina, Australia, Meksiko, dan Vietnam.
Di Singapura, laporan gangguan memuncak sekitar pukul 09.20 waktu setempat pada Senin (21/9/2026), dengan sekitar 220 laporan Facebook dan 120 laporan Instagram.
Laporan gangguan mulai menurun sekitar pukul 21.45 ET dan layanan kembali dapat diakses oleh sebagian besar pengguna. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, Meta belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab gangguan tersebut.
Situasi tersebut menarik perhatian karena saat laporan gangguan meningkat, halaman status resmi Meta masih menampilkan keterangan “No known issues” atau tidak ada masalah yang diketahui.
Data yang tercatat di Downdetector merupakan laporan yang dikirim pengguna, sehingga jumlah pengguna yang sebenarnya terdampak dapat berbeda dari angka laporan yang tersedia.
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai penyebab teknis gangguan, durasi pasti pemulihan, maupun langkah perbaikan yang dilakukan Meta.
