PALU, MAL – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu kembali memberangkatkan kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mengikuti program magang.
Pada tahun 2026, program tersebut ditingkatkan ke level internasional dengan mengirim 20 kepala sekolah ke Malaysia untuk mengikuti magang dan studi banding.
Program itu merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Palu dan Sampoerna Foundation sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Hardi, mengatakan program magang kepala sekolah telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya. Pada tiga tahun sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan di Jakarta, sedangkan tahun ini diperluas hingga ke luar negeri.
“Ini merupakan program magang yang keempat kalinya. Tiga tahun sebelumnya magang dilaksanakan hanya di Jakarta, tetapi tahun 2026 ini kita tingkatkan ke jenjang yang lebih tinggi, yakni magang dan studi banding kelas internasional di Malaysia,” ujar Hardi, Rabu (09/09).
Sebanyak 20 kepala sekolah tingkat SD dan SMP akan mengikuti program tersebut. Rencananya, para peserta diberangkatkan ke Malaysia pada awal November 2026.
Menurut Hardi, seluruh peserta harus melalui proses seleksi sebelum ditetapkan sebagai peserta magang. Salah satu persyaratan yang ditetapkan adalah batas usia maksimal 45 tahun.
“Yang diberangkatkan semuanya kepala sekolah, bukan guru. Melewati seleksi dahulu pemberangkatan magang ini dan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Salah satunya kriteria usia, yakni 45 tahun ke bawah. Kuota yang akan diberangkatkan sebanyak 20 kepala sekolah,” jelasnya.
Selain usia, seleksi juga mempertimbangkan sejumlah kompetensi, mulai dari kompetensi akademik, kemampuan praktik, kompetensi manajerial sebagai kepala sekolah, hingga kompetensi profesional.
Hardi menegaskan bahwa kepala sekolah tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus mampu menerapkan kompetensi tersebut dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin satuan pendidikan.
“Empat kompetensi itu tidak hanya sebatas teori, tetapi harus benar-benar dipraktekkan oleh seorang kepala sekolah,” tegasnya.
Ia mengatakan pengalaman magang yang telah berlangsung selama tiga periode sebelumnya memberikan banyak manfaat bagi para kepala sekolah, khususnya dalam memahami penerapan kurikulum dan sistem pendidikan di daerah lain.
Karena itu, pada tahun ini Pemkot Palu meningkatkan program tersebut ke tingkat internasional agar peserta dapat mempelajari sistem pendidikan dan kurikulum yang diterapkan di luar negeri.
“Selama tiga tahun sebelumnya, kita sudah melihat bagaimana pelaksanaan magang di Jakarta dan bagaimana kurikulum diterapkan di sana. Tahun ini kita tingkatkan lagi hingga ke jenjang yang lebih tinggi, yakni kelas internasional. Di sana para kepala sekolah akan melihat dan mempelajari bagaimana sistem pendidikan serta kurikulum di luar negeri,” ungkap Hardi.
Melalui program magang dan studi banding internasional tersebut, Pemkot Palu berharap para kepala sekolah dapat membawa pulang pengalaman, pengetahuan, dan inovasi baru yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
“Harapannya, para kepala sekolah yang mengikuti program magang ini dapat membawa pulang ilmu, pengalaman dan inovasi baru untuk diterapkan di sekolah masing-masing, sehingga kualitas pendidikan di Kota Palu terus meningkat,” pungkas Hardi. ***
