Bangkep – Seluruh warga Republik Indonesia berumur minimal 17 tahun dan telah mendapatkan hak suara, sebagai pemilih pemula, memiliki peranan penting dalam Pemilu 2024.

Terkait hal tersebut, Yayasan X-School untuk Indonesia dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar Sekolah Kebangsaan bagi para pemilih pemula berada di SMA 1 Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan, Rabu (1/11) lalu

Ketua Yayasan X-School Untuk Indonesia, Fitrahudin mengatakan, keterlibatan kaum milenial menjadi target dan harapan besar untuk dapat berkontribusi dalam proses penyelenggaran Pemilu 2024 mendatang.

Apalagi di era digitalisasi. Pemilih pemula memiliki peran penting dalam proses politik. Yakni bagaimana membentuk opini publik, menjadi sumber menginpirasi dan menentukan masa depan.

“Saat ini zaman digital. Kita bisa menulis apa saja lewat media sosial,” kata Fitrahudin dalam keterangan tertulis diterima Media Alkhairaat id, Sabtu (4/11).

Sambung Fitra, tahapan Pemilu sudah berjalan, namun kedepannya sangat banyak informasi dari sumber tidak bertanggungjawab beredar. Sehingga ia mengajak para pemilih pemula masih muda dan energik, jadi motor penggerak di tengah masyarakat menangkal bahaya berita hoax.

Pemilih pemula juga harus memperhatikan akun media sosial pelaksana dan peserta kampanye, iklan kampanye, dan konten berbahaya yang membawa ke tindakan kebencian.

“Sebagai pemilih pemula, kita harus menerapkan digital culture, yakni kemampuan dan membangun wawasan kebangsaan, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika di kehidupan sehari-hari,” ucap Fitrahudin.

Tidak hanya itu, melalui kegiatan Sekolah Kebangsaan tersebut, diharapkan timbul gerakan masif dari kalangan muda untuk ikut berperan, bahwa politik uang, politik identitas hingga penyebaran berita hoaks yang dapat merusak tatanan demokrasi harus ditangkal serta diperangi bersama.

“Setelah ini, kami akan lakukan kegiatan sama di SMA Tinangkung Utara tepatnya di Desa Ponding-ponding.

“Ada sekitar seratus siswa-siswi dari kelas tiga yang terlibat dalam kegiatan ini,” sambungnya.

Diketahui, untuk Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) sendiri mempunyai dua kegiatan Tular Nalar yaitu Sekolah Kebangsaan dan Akademi Digital Lansia.

Reporter: IKRAM/Editor: NANANG