JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO) menandai tahun 2026 sebagai fase penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang dengan mulai mengoperasikan tiga blok pertambangan secara bersamaan, yakni Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa.
Langkah ini menjadi tonggak strategis dalam memperluas portofolio bisnis dan meningkatkan kapasitas produksi Perseroan di masa mendatang.
Salah satu capaian penting adalah dimulainya penjualan perdana bijih nikel limonit dari area Pomalaa pada awal 2026.
Hal ini tertuang dari pengumuman hasil produksi dan keuangan PT Vale pada triwulan pertama tahun 2026 (1T26), Rabu 29 April 2026.
“Kami memperluas portofolio komersial kami melalui dimulainya penjualan limonit dari blok Pomalaa, yang menandai langkah penting dalam memperkuat diversifikasi pendapatan dan meningkatkan keberlanjutan bisnis kami ke depan,” kata CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto.
Ke depan, peningkatan volume produksi dari masing-masing blok diharapkan dapat mendorong efisiensi biaya dan menciptakan skala ekonomi yang lebih besar.
Menurutnya, hal ini akan membantu menyeimbangkan struktur biaya, khususnya di tengah basis biaya yang relatif lebih tinggi di Bahodopi.
Untuk bisnis bijih nikel, biaya tunai per unit tetap kompetitif, dengan Bahodopi sebesar AS$21 per ton dan Pomalaa sebesar AS$13 per ton, termasuk royalti dan logistik. Perseroan optimistis peningkatan volume penjualan dari Pomalaa akan menjadi pendorong utama efisiensi ke depan.
Di sisi operasional, konsumsi bahan bakar pada 1T26 menurun sesuai rencana seiring pembangunan kembali Furnace 3.
Ketersediaan stok penyangga yang memadai juga memastikan kegiatan operasional tetap berjalan tanpa gangguan.
Secara keseluruhan, strategi ekspansi ini didukung oleh tren kenaikan harga nikel global yang memberikan peluang peningkatan nilai dari struktur komersial yang telah dioptimalkan.
Meskipun produksi pada awal tahun mengalami penyesuaian, Perseroan tetap berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target produksi tahunan sebesar 67.645 ton.
Kinerja keuangan yang solid pada triwulan pertama juga menjadi fondasi kuat dalam mendukung ekspansi berkelanjutan.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, PT Vale tetap berkomitmen pada pengelolaan modal yang bijaksana dan penguatan likuiditas guna menjaga ketahanan keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan. ***

