Lurah Besusu Barat Bantah Tolak Jenazah Warganya

oleh -580 Kali Dilihat
Lurah Besusu Barat, Andriani

PALU – Lurah Besusu Barat, Andriani mengklarifikasi, terkait pemberitaan yang menyebut dirinya menolak pemakaman salah satu warganya, di Jalan Suharso, Almarhum Udhin Lantinjang, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah pemerintahannya.

Pada media ini, Andriani menyampaikan alasannya, bahwa menolak Almarhum Udhin Latinjang karena tercatat di Puskesmas Singgani sebagai pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu.

“Keluarga Almarhum Udhin keliru kalau mengatakan saya menolak untuk mendatangi surat permintaan Alamarhum. Almarhumkan Covid, jadi harus ditangani sesuai prosedur Covid yang ada,” ujar Andriani. Rabu (18/08).

Andriani juga mengaku, masalah itu sebelumnya juga telah dikoordinasikannya dengan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, dan Walikota menyarakankan harus ditangani sesuai SOP Covid yang berlaku.

“Untuk imam Mesjid Al- Hidayah, Almarhum Astaman yang di makamkan secara umum, Almarhum bukan Covid, Almarhum sudah sebulan yang lalu sembuh dan dinyatakan negatif dari hasil swabnya di Puskesmas Singgani, saya ada bukti laporan dari Puskesmas Singgani. Almarhum meninggal karena saerangan jantung,” katanya.

Sebelumnya, Keluarga Almarhum Udhin Lantinjang merasa terzolimi atas sikap Lurah Besusu Barat yang tidak mau menerbitkan surat pernyataan atas permintaan pihak RSUD Undata Palu, agar Almarhum Udhin bisa dikebumikan di TPU setempat.

Mewakil keluarga Almarhum Udhin, Erwin menyampaikan bahwa almarhum bukan jenazah Covid-19. Sebab, almarhum dua hari sempat menjalani perawatan di tenda darurat UGD RS Undata. Pasca dinyatakan wafat, pihak keluarga menghubungi dokter yang bertugas, meminta hasil tes swab untuk memastikan almarhum meninggal karena Covid atau bukan, dan waktu itu pihak RS tidak bisa menunjukannya.

Reporter : Irma
Editor : Yamin