PALU, MAL. Berawal dari kolam ikan, Kolam Renang Berkah Palu di Jalan Munif Rahman, Lorong Masjid Baiturrahim, Kelurahan Kabonena, kini menjelma menjadi destinasi rekreasi keluarga yang ramai dikunjungi setiap akhir pekan. Pengelola terus berupaya mengembangkan fasilitas agar semakin nyaman dan menarik bagi pengunjung.
Alimuddin, pensiunan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara (KPKN) Sulawesi Tengah, memulai rintisan usaha kolam renang ini sekitar lima tahun sebelum memasuki masa pensiun. Awalnya, lokasi tersebut digunakan sebagai kolam budidaya ikan, namun biaya pakan yang tinggi dan hasil yang tidak sebanding mendorongnya beralih ke konsep Kolam Renang Berkah Palu.
“Awalnya ini kolam ikan. Setelah dihitung-hitung, hasilnya hanya balik modal. Akhirnya saya mencoba membuat kolam renang untuk keluarga. Ternyata banyak anak-anak di sekitar datang berenang, sehingga saya terus menambah fasilitas,” kata Alimuddin, pemilik Kolam Renang Berkah Palu.
Kolam Renang Berkah secara resmi mulai beroperasi pada 2023 dan kini telah memiliki empat kolam dengan kedalaman yang disesuaikan untuk berbagai usia. Kolam terdangkal sekitar 40 sentimeter untuk balita, kemudian 60 sentimeter, 80 sentimeter, hingga kolam sedalam 1,2 meter bagi anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa.
Alimuddin menjelaskan, penambahan kolam dilakukan secara bertahap mengikuti tingginya minat masyarakat. Ia sengaja menyediakan beragam kedalaman agar anak-anak dapat berenang dengan lebih aman di Kolam Renang Berkah Palu ini.
Fasilitas ini hanya dibuka pada akhir pekan, yaitu setiap Sabtu dan Ahad, serta libur nasional, mulai pukul 08.00 hingga 17.30 Wita. Dengan biaya masuk Rp 10.000 per orang, Kolam Renang Berkah Palu juga menyediakan makanan dan minuman bagi para pengunjung.
Ke depan, Alimuddin berencana menambah wahana bermain air untuk meningkatkan daya tarik, seperti pembangunan ember tumpah (water bucket) yang umum dijumpai di taman rekreasi air.
“Saya berencana membuat ember tumpah. Walaupun tidak terlalu tinggi, yang penting anak-anak bisa menikmati sensasi bermain air sehingga lebih menarik,” katanya.
Ia juga sedang mempertimbangkan penambahan pelampung dan perlengkapan bermain lainnya untuk melengkapi fasilitas. Dalam operasionalnya, Alimuddin memberdayakan anggota keluarga sebagai tenaga kerja, dengan delapan orang membantu mengelola bagian dapur dan pelayanan pengunjung. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tata kelola aset negara yang relevan dengan Alimuddin sebagai pensiunan, dapat mengunjungi situs resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.
Menurut Alimuddin, pengembangan fasilitas terus dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan modal serta kebutuhan pengunjung. Ia berharap Kolam Renang Berkah Palu dapat menjadi pilihan rekreasi keluarga yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak di Kota Palu.
Adiba, salah satu pengunjung dari Kabupaten Donggala yang datang berkunjung ke keluarganya di Kota Palu, merasa seru bermain di Kolam Renang Berkah. “Seru, ramai dan banyak teman-teman,” katanya tersenyum.

