PALU,MAL – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI), Prof. A.M. Nurdin Halid, secara resmi membuka Open Turnamen Tenis Rektor Universitas Tadulako (Untad) Cup III 2026 di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (12/9).
Turnamen yang berlangsung pada 12–16 September 2026 tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-45 Universitas Tadulako sekaligus momentum memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas).
Ketua Panitia Open Turnamen Tenis Rektor Untad Cup III, Prof. M. Rusydi, mengatakan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
“Jika pada tahun lalu kegiatan ini diikuti peserta dari tujuh provinsi, tahun ini meningkat menjadi 11 provinsi yang merupakan daerah penghasil atlet tenis berprestasi di Indonesia,” ujar Rusydi dalam laporannya.
Sebelas provinsi tersebut yakni Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.
Selain itu, peserta juga datang dari sejumlah kabupaten dan kota, di antaranya Balikpapan, Mamuju, Sidrap, Polewali Mandar, Palopo, Banggai, Tolitoli, Morowali, Poso, Donggala, Kota Palu, Parigi Moutong, dan Sigi.
Peningkatan juga terjadi pada total hadiah yang diperebutkan. Pada tahun sebelumnya, total hadiah sebesar Rp110 juta, sedangkan tahun ini meningkat menjadi Rp150 juta.
Menurut Rusydi, peningkatan jumlah peserta dan hadiah tersebut menunjukkan semakin besarnya dukungan serta kepercayaan berbagai pihak terhadap penyelenggaraan Open Turnamen Rektor Untad Cup yang digelar setiap tahun.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kategori yang dipertandingkan meliputi beregu putra, beregu putri, perorangan putra kelompok bebas, perorangan putri kelompok bebas, serta kelompok umur 10, 12, 14, 16, dan 18 tahun.
Penambahan kategori putri menjadi salah satu pembaruan pada penyelenggaraan tahun ini. Rusydi mengatakan kategori tersebut merupakan respons terhadap aspirasi masyarakat agar atlet perempuan juga mendapatkan ruang yang lebih besar dalam turnamen tenis.
“Kalau sebelumnya perempuan hanya menonton pertandingan putra, kali ini kami wujudkan kategori putri, baik beregu maupun perorangan,” katanya.
Untuk kelompok umur, pertandingan tersebut menjadi bagian dari pembinaan atlet muda di Sulawesi Tengah. Turnamen diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan dan penjaringan atlet muda potensial yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia pada masa mendatang.
Rangkaian kegiatan juga telah diawali dengan pertandingan ekshibisi tenis kelompok eksekutif dan perorangan bebas pada 11 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Pengurus Pusat PELTI, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Rektor Universitas Tadulako, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, TNI, Pemerintah Kota Palu, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (BAFETI), serta Pengurus Provinsi PELTI Sulawesi Tengah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga digelar pertandingan ekshibisi antara Pengurus Pusat PELTI dan Rektor Universitas Tadulako.
Salah satu agenda unggulan tahun ini adalah upaya pemecahan rekor MURI di bidang sport massage yang melibatkan 250 terapis pijat olahraga secara serentak.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk inovasi sekaligus kontribusi Universitas Tadulako dalam mendukung pengembangan olahraga dan kesehatan masyarakat.
Ketua Umum PELTI Prof. A.M. Nurdin Halid memberikan apresiasi terhadap Universitas Tadulako yang secara konsisten menyelenggarakan Open Turnamen Rektor Untad Cup.
Ia mengatakan turnamen tersebut menjadi contoh nyata keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan olahraga nasional.
“Tidak semua orang, tidak semua komunitas peduli terhadap pembangunan olahraga,” kata Nurdin Halid.
Menurutnya, pembangunan olahraga tidak hanya membutuhkan atlet dan kompetisi, tetapi juga dukungan infrastruktur serta ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Ia mencontohkan kondisi tenis Indonesia yang masih membutuhkan fasilitas bertaraf internasional.
“Bangsa kita adalah bangsa besar. Kita punya penduduk 280 juta, tetapi PELTI belum memiliki stadion yang bertaraf internasional. Ini menjadi kekecewaan karena negara belum hadir untuk menyiapkan infrastruktur,” ujarnya.
Nurdin menilai kemajuan olahraga di sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan China tidak terlepas dari dukungan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dan berbagai faktor pendukung olahraga.
Karena itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah, PELTI, perguruan tinggi, komunitas, dan dunia usaha untuk membangun ekosistem tenis nasional.
Nurdin juga menyampaikan visi “Tenis 2045”, yakni membangun industri tenis menuju Indonesia Emas.
Menurut dia, salah satu unsur penting dalam mewujudkan visi tersebut adalah memperbanyak turnamen dan kompetisi.
Ia menjelaskan, kompetisi kelompok umur menjadi ranah PELTI di berbagai tingkatan, sedangkan turnamen dapat diselenggarakan oleh berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan komunitas.
“Turnamen dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk Pak Rektor yang menggerakkan Open Turnamen Rektor Untad Cup,” katanya.
Ia menilai semakin banyak turnamen dan kompetisi akan semakin besar peluang Indonesia melahirkan atlet tenis berprestasi di tingkat internasional.
Nurdin juga menyinggung perkembangan sejumlah atlet tenis Indonesia di kancah dunia. Menurutnya, peningkatan prestasi atlet menjadi bukti bahwa pembinaan dan dukungan yang konsisten dapat menghasilkan capaian yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Nurdin Halid bahkan menaikkan komitmen hadiah turnamen dari Rp150 juta menjadi Rp200 juta.
“Hadiah kita jadikan Rp200 juta. Tahun depan tambah lagi,” ujarnya.
Ia juga membuka peluang dukungan dari sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) untuk mendukung pengembangan tenis di Sulawesi Tengah.
Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, mengatakan Open Turnamen Tenis Rektor Untad Cup merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-45 Untad.
Menurutnya, usia 45 tahun menjadi momentum bagi Untad untuk terus bergerak maju, berprestasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi lebih besar kepada masyarakat.
Ia mengatakan kegiatan tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan peringatan Haornas yang diperingati setiap 9 September.
“Olahraga bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari membangun manusia yang sehat, disiplin, tangguh, positif, dan berkarakter,” ujar Amar.
Ia menegaskan budaya olahraga perlu menjadi bagian dari kehidupan, termasuk di lingkungan sivitas akademika Universitas Tadulako.
Amar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), PELTI, sponsor, mitra kerja, unsur pimpinan Untad, orang tua atlet, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan turnamen.
Ia berharap pertandingan berlangsung meriah dan menghasilkan prestasi, tetapi tetap mengedepankan sportivitas, persahabatan, silaturahmi, serta penghormatan kepada seluruh peserta.
“Menang dengan rendah hati dan kalah dengan terhormat,” katanya.
Amar mengatakan Untad berkomitmen menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem tenis yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ia menyebut Open Turnamen Tenis Rektor Untad Cup sebagai satu-satunya open turnamen tenis di Sulawesi Tengah yang tercatat di PELTI tingkat nasional dan secara konsisten memasukkan kelompok umur sebagai bagian dari pembinaan atlet.
“Ke depan, kerja sama dapat diarahkan untuk pembinaan atlet, pelatihan, kompetisi, sport science, serta pengembangan olahraga berbasis perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran Ketua Umum PELTI di Palu menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Untad, PELTI, pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan dunia usaha.
Selain menghasilkan prestasi olahraga, Untad juga ingin membangun mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki kebugaran, mental juang, kepemimpinan, dan karakter positif.
Open Turnamen Tenis Rektor Untad Cup III 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi event olahraga yang semakin berkualitas, bergengsi, dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.
Dengan mengusung semangat sportivitas dan kebersamaan, turnamen ini diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus mempererat persaudaraan melalui olahraga.
