Ketersediaan Oksigen dan Tempat Tidur untuk Pasien Covid Mulai Disiasati

oleh -


PALU – Jumlah peningkatan kasus positif terpapar virus corona di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah dalam dua pekan terakhir ini, kian membuat sejumlah pihak Rumah Sakit was-was.
Peningkatan pasien terpapar tersebut dinilai, akan berdampak pada ketersediaan tabung oksigen bagi pasien positif maupun non covid.

Dinas Kesehatan serta pihak Rumah Sakit Pemprov maupun daerah mengklaim sudah melakukan antisipasi ketat, guna menjaga ketersediaan tabung oksigen agar tetap dalam kondisi relatif aman.

Menurut Kadis Kesehatan Provinsi Sulteng dr.I Komang Adi Sujandera, dari total 22 rumah sakit di Sulteng yang melakukan penanganan pasien terpapar virus corona, belum satupun memiliki masalah dengan pasokan tabung oksigen.

“Jadi sementara ini belum ada masalah kita ya. Masih… masih ya, belum ada laporan. Nanti saya pantau lagi,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, Jum’at (09/07).

Sementara penggunaan fasilitas tempat tidur, menurut Kadinkes, mengalami peningkatan drastis. Peningkatannya mencapai 55 persen dari total jumlah tempat tidur yang dimiliki ruang ICU maupun non ICU sebanyak 466 unit di 22 RS perawatan covid di Sulawesi Tengah.

Ia merinci, jika tempat tidur perawatan pasien corona saat ini tersisa 28 unit atau 15 persen dari total 41 unit di ruang ICU. Sementara tempat tidur pasien covid non ICU yang sudah terpakai saat ini mencapai 40 persen, dari total yang tersedia hanya 425.

“Masih cukup, tapi kan ICU kita itu cepat sekali penuh sebenarnya. Bahhkan dulu kita pernah 69 persen yang terpakai,” katanya.

Hal itu menurut dr.I Komang, membuat was-was pihak RS, sebab sekaligus harus melakukan pelayanan kesehatan terhadap pasien non covid.

Meski seperti itu, pihaknya enggan menyebut jika akan melakukan penambahan faskes di 22 Rumah Sakit perawatan Covid.

Menurutnya, kriteria yang dirawat di RS semestinya yang betul-betul memerlukan. Jika masih memungkinkan dan reprsentatif maka sebaiknya isolasi di rumah.

“Kira-kira tidak banyak menimbulkan penyebaran kasus, ia bisa isolasi mandiri dengan orang-orang tanpa gejala dan kasus yang sangat ringan. Kalau itu banyak yang dirawat di rumah sakit nanti kan bisa kolabs sistem kesehatan kita,” imbubnya.

Sehingga saat ini, 22 Rumah Sakit perawatan covid di Sulteng lebih mengupayakan perawatan terhadap pasien covid dengan kategori sedang maupun berat.

Serupa dengan itu, PLT Dirut RSUD Undata Palu dr.Amsyar, mengatakan, jika ketersediaan tabung oksigen masih belum menemui kendala berarti. Namun dengan melihat mobilitas masyarakat saat ini, pihaknya secara serius tengah mewanti-wanti jika terjadi lonjakkan pasien.

“Betul-betul penggunaan oksigen ini kita berikan, khususnya mereka-mereka yang terindikasi. Kalau tidak terlalu perlu, ya tidak usah,” ujarnya.

Sementara untuk melakukan perawatan terhadap pasien terkonfirmasi positif virus corona, RSUD Undata menyiapkan sebanyak 80 unit tempat tidur, dan baru terpakai 28 unit. Sehingga, lanjut PLT Dirut RSUD Undata, masih memliki space yang cukup besar untuk menampung pasien yang baru terkonfirmasi virus corona.

Dalam wawancara ini, dr.I Komang Adi Sujandera maupun dr.Amsyar mengingatkan kepada masyarakat Sulawesi Tengah agar menerapkan sepenuhnya protokol kesehatan, kemudian tidak melakukan perjalanan ke wilayah-wilayah yang memiliki potensi penyebaran tinggi.

Rep: Faldi/Ed: Nanang