PALU — Universitas Tadulako (Untad) kembali mengukuhkan guru besar dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa yang digelar di Aula Fakultas Kedokteran, Rabu (15/4).
Salah satu akademisi yang dikukuhkan adalah Sahrul Saehana, yang resmi menyandang jabatan profesor dalam bidang Fisika Modern sejak 1 Januari 2026.
Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Fisika Modern dan Aplikasinya”, ia menekankan pentingnya pengembangan fisika modern sebagai solusi atas berbagai tantangan global, khususnya di bidang energi.
Menurutnya, fisika modern merupakan cabang ilmu yang berkembang sejak awal abad ke-20 untuk menjelaskan fenomena pada skala atom dan partikel subatomik yang tidak dapat dijelaskan oleh fisika klasik.
Ia menyebut kontribusi Albert Einstein sebagai fondasi penting dalam perkembangan fisika modern, termasuk melalui penemuan efek fotoelektrik yang kini menjadi dasar teknologi energi surya.
Dalam konteks saat ini, ia menilai dunia tengah menghadapi krisis energi yang membutuhkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Ketergantungan pada sumber energi yang tidak terbarukan harus dikurangi agar ke depan kita dapat menjadi negara yang mandiri energi,” ujarnya.
Ia memaparkan sejumlah aplikasi fisika modern dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, seperti sel surya, energi nuklir, teknologi baterai dan penyimpanan energi, superkonduktor, hingga teknologi hidrogen dan fuel cell.
Lebih lanjut, ia menjelaskan riset yang dikembangkannya di Untad berfokus pada teknologi dye-sensitized solar cell (DSSC), termasuk pemanfaatan material lokal untuk meningkatkan efisiensi konversi energi surya menjadi listrik.
Penelitian tersebut, lanjutnya, telah menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah internasional serta paten di bidang energi terbarukan.
Ia menambahkan, pengembangan teknologi tersebut memiliki potensi besar untuk diterapkan di daerah dengan keterbatasan akses energi, termasuk di berbagai wilayah Indonesia.
Pengukuhan guru besar ini menjadi bagian dari upaya Untad dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

