PALU – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan berkedok undian berhadiah yang kembali mencatut nama Bank Sulteng. Informasi palsu tersebut beredar luas melalui media sosial dan aplikasi perpesanan, dengan menawarkan hadiah fantastis mulai dari mobil mewah hingga paket umroh.
Salah satu unggahan yang beredar berasal dari akun Facebook bertajuk “Gebyar Undian Berhadiah Bank Sulteng”.
Dalam narasinya, pelaku menyasar nasabah Bank Sulteng yang telah menggunakan layanan mobile banking, dengan mengajak mereka segera mendaftar melalui tautan tertentu.
Dalam pesan tersebut, pelaku menjanjikan berbagai hadiah besar, seperti puluhan unit mobil, sepeda motor, rumah gratis, paket wisata luar negeri, hingga uang tunai ratusan juta rupiah. Bahkan, disebutkan pula bahwa pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis, guna meyakinkan calon korban.
Namun, pihak Bank Sulteng menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.
“Informasi terkait undian berhadiah yang beredar di media sosial tersebut adalah tidak benar dan bukan merupakan program resmi dari Bank Sulteng,” tegas pihak Bank Sulteng dalam klarifikasinya, Selasa (28/04).
Bank Sulteng juga mengingatkan bahwa modus seperti ini kerap digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menipu masyarakat, biasanya dengan meminta data pribadi, kode OTP, atau sejumlah uang dengan dalih administrasi.
Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di luar kanal resmi, serta tidak mengklik tautan mencurigakan yang berpotensi membahayakan data pribadi.
“Nasabah diimbau untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi Bank Sulteng dan tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak jelas,” lanjutnya.
Kasus ini menambah daftar panjang penipuan digital yang memanfaatkan nama lembaga keuangan untuk meraup keuntungan secara ilegal. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan segera melaporkan jika menemukan indikasi penipuan serupa.
Dengan meningkatnya literasi digital dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan penyebaran hoaks semacam ini dapat ditekan dan tidak lagi menimbulkan korban.

