Hari ini, 17 Warga Sulteng Peluk Islam di KUA Palu Timur

oleh -6.073 Kali Dilihat
Kepala KUA Kecamatan Palu Timur, Pirnady dan Kepala Seksi Pekapontren Kanwil Kemenag Sulteng, Moh. Rusli saat foto bersama warga yang masuk Islam, di KUA Palu Timur, Kamis (19/08). (FOTO : Istimewa).

PALU – 17 Warga Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) masuk Islam, di Kantor Urusan Agama (KUA) Palu Timur, Kota Palu, Kamis (19/08).

“Sebelum saya syahadatkan, 17 orang yang masuk Islam terlebih dahulu saya ajukan pertanyaan. Sehingga nanti saat mereka sudah Islam, bukan hanya sekadar Islam KTP, tetapi betul-betul Islam Kaffah,” ucap Kepala KUA Palu Timur, Pirnady, di Kantornya, Kamis (19/08).

Kata Pirnady, dari sejumlah pertanyaan itu, satu diantarnya terkait dengan alasan mereka hingga memilih masuk Islam. Sehingga tidak ada kesan bahwa pilihan mereka masuk Islam itu ada unsur paksaan dari orang lain.

“Pertama yang saya tanyakan, apakah anda ini mau masuk Islam karena keterpaksaan atau ada sesuatu?. Mereka menjawab tidak ada, tapi kemauan pribadi dan betul-betul tulus dan ikhlas. Bahkan salah satu dari mereka mengaku terpanggil masuk Islam, katanya sempat bermimpi didatangi oleh seorang kiyai,” paparnya.

Setelah itu, Pirnady mengaku melanjutkan proses pengislaman dengan memandu mengucapkan dua kalimat syahadat, lalu memandikan susuai yang dipersyaratkan untuk masuk Islam. Kemudian, pihak KUA memberikan buku panduan Islam untuk dipelajari  17 orang tersebut.

“Dan kami dari KUA ini akan mengeluarkan sertifikat masuk Islam, sehingga nantinya jika mereka melakukan pengurusan perubahan KTP. Mereka bisa menunjukan sertifikat tadi untuk merubah Agama dari Kristen menjadi Islam. Tadi sudah beberapa yang jadi, dan kami usahakan besok selesai semuanya,” terangnya.

Dia menambahkan, 17 yang masuk Islam berasal dari Kota Palu dan Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, yang dibawa oleh Kepala Seksi Pekapontren Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulteng, Moh. Rusli.   

Pasca pengislaman itu, selanjutnya  Kemenag melalui penyuluh PNS maupun Non PNS, bekerjasama dengan forum mualaf Kota Palu yang sejauh ini menjadi binaan Kemenag akan melakukan bimbingan berkelanjutan.

“Penyuluh kami sudah melakukan hal itu dari yang sebelum-sebelumnya. Pendampingan penyuluh bukan hanya sekadar binaan dalam hukum islam tetapi mereka juga diberikan bantuan untuk mendorong peningkatan ekonomi mereka melalui kerajinan-kerajinan. Bagi mereka yang berasal dari Kabupaten Sigi akan kami koordinasikan dengan Kemenag setempat,” tandasnya. (YAMIN)