PALU, MAL – Guru Besar UIN Datokarama Palu, Prof. KH. Zainal Abidin, mengajak seluruh orang tua menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebagai daya gerak untuk memperkuat pola pengasuhan yang mampu melahirkan generasi beriman, berakhlak mulia, cerdas, serta memiliki kepedulian terhadap agama, bangsa, dan negara.

Menurutnya Prof. KH. Zainal Abidin, keluarga memegang peranan sentral dalam membentuk karakter anak di tengah perkembangan teknologi informasi saat ini yang begitu cepat.

Ia menerangkan, kemajuan teknologi digital telah memudahkan anak memperoleh ilmu pengetahuan dan informasi. Namun kata dia, tanpa pendampingan yang baik dari orang tua, teknologi juga dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perkembangan moral, perilaku, dan kehidupan sosial anak.

“Islam memandang anak sebagai amanah dari Allah SWT yang harus dijaga, dididik, dan dibimbing agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, keluarga menjadi madrasah pertama dalam membentuk kepribadian anak,” kata Prof. Zainal Abidin, Kamis, (23/7) siang.

Rais Syuriyah PBNU itu juga menerangkan, bahwa pendidikan dalam Islam tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan akidah, akhlak, dan tanggung jawab sosial. Orang tua lanjut dia, berkewajiban menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kasih sayang, serta semangat menghormati sesama sejak usia dini.

Ia menilai keteladanan orang tua menjadi kunci dalam mendidik anak. Anak, kata dia, lebih mudah meniru perilaku yang dilihat setiap hari daripada sekadar mendengarkan nasihat. Karena itu, kata dia, orang tua juga dituntut bijak dalam menggunakan media digital agar menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya.

Selain itu, ia mengingatkan membangun komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan hanya memberikan larangan tanpa penjelasan. Anak-anak lanjut dia, harus dipersiapkan menjadi generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Tetapi tetap memiliki iman yang kokoh, akhlak yang mulia, serta cinta kepada bangsa dan negara. Kemajuan teknologi harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri, bukan menjauhkan mereka dari nilai-nilai agama dan kebangsaan,” katanya.

Prof. Zainal Abidin menambahkan, pembentukan karakter anak memerlukan kolaborasi antara keluarga, sekolah, tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat. Menurutnya, lingkungan yang sehat dan penuh keteladanan akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, toleran, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menghadirkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak” pungkasnya.