PALU, MAL – Meski cakupan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Sulawesi Tengah (Sulteng) telah mencapai 89,35 persen, masih terdapat sekitar 228 ribu penduduk yang belum terlindungi secara aktif oleh program tersebut.

Data BPJS Kesehatan Cabang Palu per 1 Juni 2026 menunjukkan jumlah peserta aktif JKN mencapai 1.916.454 jiwa dari total penduduk Sulteng sebanyak 2.144.947 jiwa.

Angka tersebut menempatkan Sulteng masih di bawah target Universal Health Coverage (UHC) nasional yang mensyaratkan cakupan minimal 98 persen.

Selain itu, BPJS Kesehatan mencatat sebanyak 91.863 peserta berada dalam status menunggak iuran, sementara 166.714 jiwa lainnya berstatus mutasi atau tidak aktif.

Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Palu, Nurhasannah Kalauw, mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi dan perluasan kepesertaan agar seluruh masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal.

“JKN menjamin biaya pengobatan yang terjangkau serta memberikan perlindungan bagi masyarakat dari risiko beban biaya kesehatan yang tidak terduga,” ujarnya saat memaparkan capaian Program JKN di Palu, Kamis (18/6).

Menurut dia, peningkatan jumlah peserta aktif menjadi salah satu fokus utama untuk mendukung tercapainya cakupan kesehatan semesta di Sulteng.

BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah terus mendorong pendaftaran peserta baru sekaligus mengaktifkan kembali kepesertaan warga yang saat ini tidak aktif agar manfaat JKN dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.