PALU, MAL – RSU SIS Aldjufrie Palu melaksanakan Pemantauan dan Evaluasi Mutu Pelayanan Rumah Sakit Pasca Akreditasi bersama Lembaga Akreditasi KARS pada 19–20 Agustus secara daring.
Kegiatan tersebut bertujuan memantau keberlanjutan penerapan standar mutu sekaligus mengevaluasi upaya peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit setelah proses akreditasi.
Kegiatan tersebut melibatkan surveior KARS, yakni dr. Mukmin, M.Kes., CHAE pada hari pertama dan dr. Cinderella A.N. Rieuwpassa, Sp.OG(K)., M.H., FISQua., CHAE, CPCCP pada hari kedua. Dari pihak rumah sakit, kegiatan diikuti Direktur RSU SIS Aldjufrie, dr. Magfirah Al’amri, MARS, serta seluruh civitas hospitalia.
Humas RSU SIS Aldjufrie Palu, Fachrul, mengatakan pemantauan dan evaluasi tersebut merupakan bagian dari proses keberlanjutan penerapan standar mutu pelayanan setelah rumah sakit memperoleh akreditasi.
Sebelumnya, RSU SIS Aldjufrie berhasil meraih predikat kelulusan paripurna atau bintang lima dari hasil akreditasi yang dilakukan KARS. Informasi mengenai predikat tersebut disampaikan secara resmi oleh pihak KARS melalui email kepada RSU SIS Aldjufrie.
Predikat bintang lima diperoleh setelah rumah sakit menjalani proses penilaian oleh tim surveior KARS yang diketuai dr. Mukmin, M.Kes., dan didampingi dr. Cinderella Rieuwpassa, Sp.OG, M.H., FISQua.
Proses akreditasi berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Penilaian dimulai pada 8 Maret 2023 menggunakan metode daring, kemudian dilanjutkan pada 9 dan 10 Maret dengan penelusuran langsung ke lapangan.
Survei akreditasi KARS mencakup telaah dokumen 16 kelompok kerja. Penilaian tidak hanya dilakukan terhadap kelengkapan dokumen, tetapi juga dilanjutkan dengan telusur implementasi untuk memastikan dokumen yang disiapkan dan regulasi yang ditetapkan berjalan sesuai dengan penerapannya di rumah sakit.
Dalam proses tersebut, surveior juga melakukan simulasi code blue untuk melihat respons staf dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan pada pasien atau pengunjung di area rumah sakit.
Selain itu, dilakukan penilaian terhadap respons staf ketika menghadapi kondisi bencana gempa bumi. Kecakapan sejumlah individu dalam menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga dinilai melalui simulasi code red.
Setelah rangkaian penilaian, pihak KARS mengapresiasi komitmen pemilik rumah sakit, direktur, dan seluruh civitas hospitalia dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan serta keselamatan pasien.
RSU SIS Aldjufrie juga dinilai mampu memberikan pelayanan yang ramah dan menyenangkan, dengan dukungan lingkungan rumah sakit yang bersih dan rapi.
Respons rumah sakit terhadap setiap rekomendasi surveior juga dinilai sangat cepat dan menunjukkan komitmen untuk melakukan perubahan positif.
Direktur RSU SIS Aldjufrie, dr. Magfirah Al’amri, MARS, mengatakan pihaknya telah bermitra dengan KARS sejak awal.
“KARS memberikan kontribusi yang besar dalam pengembangan RSU SIS Aldjufrie, terutama dalam upaya memaksimalkan mutu dan keselamatan pasien,” kata Magfirah.
Ia menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh staf serta keluarga besar RSU SIS Aldjufrie yang telah bekerja keras dalam upaya mencapai hasil akreditasi.
“Pencapaian tingkat paripurna ini sangat membahagiakan dan sangat berharga bagi kami. Namun ini bukan titik akhir, ini adalah titik awal bagi RSU SIS Aldjufrie untuk melakukan reformasi,” ujarnya.
Magfirah berharap pencapaian predikat paripurna tersebut semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memilih RSU SIS Aldjufrie sebagai rumah sakit pilihan.
“Hasil ini juga akan memacu kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Insya Allah kami berkomitmen senantiasa mengedepankan mutu dan keselamatan pasien dalam pelayanan,” katanya.
